Tiga Anak Hakim Disiksa Ibu Tiri

- Administrator

Sabtu, 11 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Sungguh malang nasib tiga bocah perempuan asal Kutacane, yang diboyong ayahnya ke Bireuen. Mereka dikabarkan mendapat perlakuan kasar, serta kerap disiksa oleh ibu tiri sejak beberapa bulan terakhir. Warga dan tetangga yang ditemui, Sabtu (11/1) mengaku sering mendengar suara jeritan anak-anak yang diyakini akibat penyiksaan sadis ibu tirinya.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, tiga bocah itu yakni Aysi Tri Arsari murid kelas IV SDN 4 Jeumpa, serta dua adiknya yang merupakan anak kembar, mereka yaitu dan Dhsya Salbia dan Dia Alwani (5) murid TK Sirajul Huda, Geulumpang Payong yang belakangan dihentikan sekolahnya atas permintaan ibu tiri. Ayah kandung mereka Drs Abdul Halim Zailani dan ibu tiri, Yeni Lisa.

Welly Wisiska (kerudung hijau) bersama warga komplek PU, Desa Glumpang Payong menunggu proses mediasi dugaan kasus kekerasan terhadap anak, Sabtu (11/1).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sejumlah tetangga, ketiga bocah itu hampir setiap hari dianiaya ibu tirinya, di kamar belakang rumah kontrakan hakim tersebut di Komplek PU Bireuen, Desa Glumpang Payong, Kecamatan Jeumpa. Parahnya, sumber media ini mengaku, bukan saja ibu tiri yang menyiksa tapi ayah kandung mereka, juga sering terdengar memaki dan menyumpah serapah para bocah itu.

“Kejadian terakhir kemarin sore, kami mendengar suara penyiksaan dan anak-anak itu terus menjerit. Kami prihatin, ini tragedi kemanusiaan yang perlu menjadi perhatian,” ungkap Eni Yunita (43) salah satu tetangga terdekat.

perangkat desa dan Kasub Sektor Polsek Jeumpa, berdiskusi untuk mencari solusi menyelesaikan persoalan dugaan penyiksaan anak oleh ibu tiri

Hal senada juga dikemukakan Khairiah (52), dia mengaku sebenarnya tetangga selama ini sangat kesal, sedih dan kecewa menyaksikan perlakuan buruk, terhadap tiga bocah perempuan itu. Warga sekitar cukup prihatin, tetapi tak dapat berbuat apa-apa, mengingat itu urusan rumah tangga orang lain yang tidak bisa dicampuri.

Khairiah menuturkan, warga juga sering melihat perlakuan kasar, saudara tiri tiga bocah malang ini. Bahkan, setiap subuh tampak Aysi Tri Arsari (Echi) menjemur pakaian di pagar rumah mereka, serta berjalan kaki ke sekolah. Sementara si anak kandung, diberi fasilitas sepeda dan tak pernah memboncengi saudari nya ini.

Rumah Hakim Mahkamah Syari’ah, Drs Abdul Halim yang dikabarkan jadi lokasi penyiksaan tiga anak malang, dalam asuhan ibu tiri.

Klimaksnya, persoalan itu menyeruak setelah Welly Wisiska S.Pd yang tak lain ibu kandung tiga bocah malang ini, tiba di Desa Glumpang Payong dan menjemput anaknya ke sekolah tadi pagi. Miris, kondisi Echi mengalami luka di wajah diduga akibat penyiksaan kemarin sore.

Welly langsung melapor ke keuchik dan meminta perangkat desa, membantu penyelesaian persoalan tersebut serta dimediasi, untuk membawa pulang tiga buah hatinya ke Kutacane. Setelah difasilitasi oleh pemerintah gampong, dan dibantu personil Polri dari Pos Polisi Jeumpa Sub Sektor Polsek Kota Juang, tidak jua memberikan hasil sehingga perkara ini dilapor ke Polres Bireuen.

“Saya tidak mau anak-anak disiksa dan ditelantarkan, biarkan saya bawa pulang ke kampung. Kami masih mampu menjaga dan mengurus mereka,” ujar Welly sambil terisak.

Setelah gagal mendapatkan persetujuan untuk membawa anak-anaknya, lantas dia melaporkan tindak penganiayaan yang dilakukan Yeni Lisa ke SPKT Polres Bireuen. Selanjutnya, rencana melakukan visum terhadap Echi yang mengalami penyiksaan fisik maupun psikis, oleh ibu tirinya itu.

Drs Abdul Halim yang dikonfirmasi via selulernya tadi sore, membantah semua tudingan itu. Dia mengaku, dirinya berani bersumpah anak-anaknya tidak pernah dipukuli oleh istrinya. Namun, hanya dimarahi bila melakukan perbuatan salah.

“Kalau mereka menjerit itu karena lagi sakit, atau bertengkar dengan adik-adiknya. Juga si Echi sering menangis karena minta pulang ke Kutacane, tapi sudah saya bilang iya nanti tunggu ayah sudah cuti minggu depan kita pulang lihat nenek,” jelasnya.

Abdul Halim menandaskan, tidak benar ada yang menyiksa anak-anaknya itu. Bahkan, mereka terlihat kurus karena sering makan masako dan Ajinomoto, sehingga fisiknya sering sakit-sakitan. Dia mengaku, belum bersedia memberi hak asuh kepada ibu kandungnya karena memiliki masa lalu yang tidak baik.

“Saya juga sudah pernah meminta agar mantan istri saya itu, menggugat hak asuh tapi sampai kini tidak diindahkan,” sebutnya.

Dia menyatakan keberatan atas tindakan Welly, karena mengambil Echi ke sekolah tanpa ijin darinya selaku orang tua yang mengasuh anak-anaknya. Terkait masalah ini, Abdul Halim juga berencana akan melapor ke polisi. (Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung
Hakim Vonis Bebas Penadah Emas
Hakim Lepas Terdakwa Penganiayaan Hingga Korban Tewas
Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada
Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim
Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan
Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh
Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Berita Terkait

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:51 WIB

Hakim Vonis Bebas Penadah Emas

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:49 WIB

Hakim Lepas Terdakwa Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Kamis, 18 April 2024 - 15:29 WIB

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Rabu, 17 April 2024 - 21:54 WIB

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:01 WIB

Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 1 November 2023 - 15:55 WIB

Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Berita Terbaru

H Mukhlis menyembelih hewan Qurban yang disumbangkan kepada warga di sekitar lokasi kegiatan PT Takabeya Perkasa Grup, Senin (17/6.)

NANGGROE

H Mukhlis Sembelih Sejumlah Hewan Qurban

Senin, 17 Jun 2024 - 18:28 WIB

Ketua DPRK Sabang memberikan Rekomendasi DPRK Sabang Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Sabang (Dok.Humas DPRK Sabang)

SABANG

DPRK Sabang Sampaikan Rekomendasi LKPJ

Senin, 27 Mei 2024 - 20:31 WIB

ADVERTORIAL

Raih WTP, Pengelolaan Keuangan Dinilai Profesional

Minggu, 26 Mei 2024 - 10:58 WIB

Berbagai kendaraan mobil pick up dihiasi dengan berbagai bentuk kubah mengikuti lomba pawai takbir mewakili gampongĀ masing-masing

ADVERTORIAL

Lebaran Idul Fitri Warga Sabang Rayakan Hari Kemenangan

Minggu, 26 Mei 2024 - 10:47 WIB