Bupati Buka Rakor GTRA 2026

- Administrator

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Bupati H Mukhlis ST membuka rapat koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Bireuen tahun 2026, digelar oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Oproom Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Rabu (22/4).

Rakor GTRA mengusung tema “Sinergi Penataan Aset dan Akses Pasca Bencana Dalam Mendukung Reforma Agraria Berkelanjutan di Kabupaten Bireuen”. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan langkah konkret pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Ismunandar, S.T., M.T., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen Anny Setiawati, A.Ptnh., M.M, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara diawali dengan laporan dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen selaku Ketua Tim Pelaksana Harian GTRA. Dalam laporannya, disampaikan bahwa Reforma Agraria merupakan upaya mewujudkan keadilan dalam penguasaan dan pemanfaatan tanah sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023.

“Keberhasilan reforma agraria tidak hanya diukur dari jumlah sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat memanfaatkan aset tersebut secara produktif dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang terdampak bencana,” jelas Kepala Kantor Pertanahan dalam laporannya. Disebutkan pula bahwa Tim GTRA Bireuen tahun ini bekerja berdasarkan Keputusan Bupati Bireuen Nomor 500.17.3.1/187 Tahun 2026.

Setelah laporan tersebut, Bupati Bireuen H Mukhlis ST memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Bupati menekankan bahwa penataan aset dan penataan akses adalah dua pilar yang harus berjalan sinergis. Penataan aset memberikan kepastian hukum, sementara penataan akses memberikan kemampuan bagi masyarakat untuk mengelola tanahnya.

“Sebagai wilayah yang memiliki kerentanan bencana, kita menghadapi tantangan besar dalam pemulihan sektor pertanahan. Sinergi ini penting untuk membangun sistem pertanahan yang adaptif dan inklusif di Kabupaten Bireuen,” ujar H Mukhlis, S.T.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alat Praktik Rusak Terendam Banjir, SMKN 1 Peusangan Hanya Belajar Teori
Besok, 212 Enumerator Mulai Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir
Tim LAMDIK Selesai Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIA Bireuen
Bupati Sahuti Kritik dan Saran GeRAK
84 Peserta Paskibraka Ikut Seleksi di Kampus UNIKI
Bupati Serahkan Ambulance Untuk Tiga Puskesmas Teredam Banjir
Bupati Bireuen Serahkan Dana Stimulan dan Uang Perabotan Bagi 4.759 KK
Tingkatkan Sinergi Antar Daerah Bupati Hadiri Konferensi Forum KKA ke IV

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:16 WIB

Bupati Buka Rakor GTRA 2026

Rabu, 22 April 2026 - 17:10 WIB

Alat Praktik Rusak Terendam Banjir, SMKN 1 Peusangan Hanya Belajar Teori

Rabu, 22 April 2026 - 17:08 WIB

Besok, 212 Enumerator Mulai Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir

Rabu, 22 April 2026 - 17:06 WIB

Tim LAMDIK Selesai Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIA Bireuen

Senin, 20 April 2026 - 18:22 WIB

84 Peserta Paskibraka Ikut Seleksi di Kampus UNIKI

Berita Terbaru

NANGGROE

Bupati Buka Rakor GTRA 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:16 WIB

Uncategorized

Muscab PPP Bireuen Momentum Kebangkitan Perjuangan Bersama Rakyat

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:12 WIB