BIREUEN|METRO ACEH-Berkat kemampuan dan kreativitas dalam memanfaatkan potensi di daerah untuk dijadikan peluang usaha. Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah warga membuka toko dan kios khusus menjual aneka kue khas Aceh jenis Bhoi dan ragam jenis makanan ringan tradisonal lainnya.
Lokasi menjual pengganan itu berada di pinggir kanan dan kiri jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Gampong Lancok Ulim, Kecamatan Pandrah. Salah satunya bernama Dapur Bhoi dan Arafit Sam-Sam Jaya, milik Lena Amni (42) warga Gampong Nase Mee, Kecamatan Pandrah.
“Usaha menjual kue hias Aceh ini sudah lima tahun, kalau hari bisa seperti ini tenaga kerja 4 sampai 5 orang, menjelang hari raya butuh pekerja sampai 15 orang,” ujarnya kepada Metro Aceh, Rabu (22/4) pagi saat berkunjung ke lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lena Amni juga selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Gampong Nase Mee Pandrah itu juga menyampaikan 15 orang tenaga kerja itu direkrut untuk membantu banyak pesanan aneka macam kue menjelang hari raya.
Pesanan kue itu dari para pelanggan di Banda Aceh, Sabang dan kabupaten/kota di Aceh sampai Jakarta dan juga Malaysia. Kue khas Aceh dimasak langsung di kios dilengkapi beberapa oven antara lain kue bhoi, kue kekarah, kue sepet, kue gring, dodol, kue loyang, dan kue bangkit, dan banyak lainnya.
Tidak saja memproduksi aneka kue yang dibuatnya sendiri, Lena Amni juga turut menampung kue dari warga untuk dijual di kiosnya sehingga dapat saling membantu memasarkan produksi warga setempat.
Harga kue dijual bervariasi tergantung ukuran. Mulai bhoi mini 4 kue Rp 1.000, bhoi kecil Rp 500 satu kue, dan kue bhoi besar Rp 1.000/kue.
Camat Pandrah, Juanda SE MM saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung adanya pusat jajanan kue khas Aceh yang dapat dibeli pelintas, sebagai oleh-oleh bagi keluarga dan sanak saudara.
Ia mengingatkan kepada pedagang di lokasi ini agar senantiasa menjaga kualitas,,”Kami menekankan supaya tidak menggunakan bahan pengawet, kue-kuenya ditutup pakai plastik agar bersih, higienis dan tetap terjaga kualitasnya. Sehingga meningkatkan minat masyarakat yang melintas untuk singgah membelinya,” ungkap Juanda.
Seorang pembeli, Asmawati (40) warga Gampong Blang Pandrah mengatakan bahwa ia sudah sering membeli kue bhoi di tempat itu untuk dimakan dirumah dan untuk oleh-oleh, ujarnya.
Sekretaris TP-PKK Kecamatan Pandrah itu mengatakan untuk acara pelatihan membuat kue bagi ibu-ibu di gampong. PKK juga kami melibatkan pelaku usaha itu sebagai pelatihnya. Harapannya warga bisa mandiri dan membuka usaha dengan produk lain nantinya, ujar Asmawati juga Kepala TK Harapan Bunda Pandrah. (Rahmat Hidayat).






