BIREUEN | METRO ACEH – Meningkatkan kesiapan menjelang turun kelapangan guna melakukan verifikasi. 212 enumerator mengikuti sosialisasi penanganan darurat bencana hydro metereologi dalam rangka bimbingan teknis tim pendataan rumah rusak tahap II yang berlangsung di Aula Setdakab Lama, Rabu (22/4) siang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa).Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Ir Marwan ST MT dalam laporannya pada kegiatan dihadiri Sekda dan Asisten III Setdakab
mengatakan, bintek hari pertama ini diikuti 212 petugas enumerator dari berbagai unsur yaitu.
TNI-Polri, Kejaksaan Negeri (Kejari), jurnalis, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Organisasi Masyarakat (Ormas) dan masyarakat dan pematerinya pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk hari kedua Kamis (23/4) acara ini diikuti oleh sejumlah tenaga kompilator dari BPBD Bireuen yang nantinya akan bertugas melakukan pengimputan data hasil verifikasi tim enumerator dilapangan, jelas Marwan.
Sementara itu, Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dalam sambutannya antara lain bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi November 2025 lalu menjadi ujian berat yang meninggalkan luka mendalam bagi Kabupaten Bireuen.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pada awal tahun ini Pemkab Bireuen telah melakukan pendataan rumah alami kerusakan dampak banjir. Meskipun tahap I masih terdapat kekeliruan dan kesilapan teknis menyebabkan adanya sanggahan serta protes masyarakat, hal itu menjadi evaluasi penting dan mengakibatkan masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan.
“Inilah alasan fundamental mengapa hari ini kita berdiri di sini. Verifikasi dan Validasi Rumah Rusak Tahap II. Ini bukan sekadar lanjutan proses administratif, melainkan upaya korektif agar bantuan materil maupun moril dapat terdistribusi secara merata dan adil. Kita tidak ingin ada satupun masyarakat Bireuen yang berhak, namun terabaikan,” ungkapnya.
Pada tahap kedua ini, akan dilakukan verifikasi dan validasi sebanyak 26.741 rumah. Ini jumlah sangat besar dan tentunya membutuhkan kerja keras, ketelitian, serta integritas yang tinggi dari seluruh tim.
Sebanyak 212 orang petugas telah dipersiapkan untuk melaksanakan tugas verifikasi dilapangan yang terdiri dari berbagai unsur, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) organisasi masyarakat, aparat desa, wartawan, masyarakat itu sendiri, sebut Bupati.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar bagi kita untuk menghasilkan data yang benar-benar valid dan juga dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga memahami bahawa waktu untuk pelaksanaan diberikan kurang lebih 6 hari, merupakan waktu cukup singkat dibandingkan jumlah data yang harus diselesaikan,” terangnya.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan niat tulus membantu masyarakat, tugas ini dapat kita laksanakan dengan baik. Saya ingin menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk menghadirkan keadilan dan kepedulian bagi masyarakat kita,” ujar Bupati Mukhlis. (Rahmat Hidayat).






