KKB Aceh Culik Warga Sipil

- Admin

Kamis, 19 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Kelompok kriminal bersenjata (KKB) dikabarkan kembali beraksi di Aceh. Kali ini, para penjahat itu dilaporkan menculik serta menyandera warga sipil, di kawasan Buket Ceurana Desa Ie Rhop Timu, Kecamatan Simpang Mamplam.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, KKB diduga pimpinan Abu Razak menculik serta menyandera sejumlah warga. Peristiwa itu dilaporkan terjadi sejak 12 September lalu, namun hingga kini petugas masih terus mencari dan memburu para pelaku.

Berdasarkan laporan informasi yang dihimpun awak media ini, penculikan itu baru diketahui pada Minggu 15 September, ketika salah seorang korban penculikan KKB dibawah pimpinan Tun Sri Muhammad Alkahar alias Abu Razak (48), melapor ke Mapolsek Samalanga terkait insiden tersebut.

Photo Ilustrasi Kriminal Bersenjata

Sejumlah sumber menuturkan, kronologis kejadian penculikan disertai penyanderaan oleh KKB di Desa Ie Rhob bermula pada Kamis 12 September 2019 sekira pukul 14.00 wib. Saat itu, korban bernama Baital bin Umar (42) warga Desa Batee Raya, Kecamatan Juli diajak oleh Taufik bin Ruli (27) warga Simpang Keutan Bayeun, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur dengan dalih melihat kebun yang akan dijual.

Baital bin Umar yang berminat membeli lahan perkebunan itu, langsung meluncur ke lokasi di Buket Ceurana Desa Ie Rhop, berboncengan dengan Taufik. Namun setelah mereka tiba di TKP, Taufik menghubungi seseorang yang diduga salah satu anggota KKB. Dia dikabarkan menjemput korban, untuk menunjukkan area kebun sawit yang dijual.

Sumber media ini yang enggan ditulis nama menjelaskan, sesampainya di gubuk yang menjadi markas KKB, korban bertemu dengan tujuh orang anggota kelompok itu. Dua diantaranya diketahui memanggul senjata lars panjang jenis AK 47, tiga lainnya menenteng pistol.

Kemudian, korban dipukuli dan diancam akan dihabisi, lalu HP, tas berisi uang Rp 20 juta, ATM BRI milik Baital bin Umar diambil paksa oleh pelaku. Mereka juga meminta no PIN korban, selanjutnya salah seorang anggota KKB itu menarik uang di ATM kawasan Simpang Mamplam sebesar Rp 10 juta lagi.

Setelah berhasil menguras uang korban, para pelaku lantas mengingatkan Baital agar tidak memberitahu siapapun, terutama kepada polisi. Jika tidak, keluarganya akan dibunuh oleh anggota KKB. Tak lama kemudian, korban diantar ke Keudee Simpang Mamplam, dengan dikawal para pelaku menggunakan sepeda motor, lalu dilepaskan dari cengkeraman KKB itu.

“Awalnya, korban yang diliputi rasa takut dan trauma, kabur ke Kota Medan. Tapi, akhirnya dia kembali dan melapor insiden ini ke Polsek Samalanga pada Minggu sore 15 September lalu,” ungkap sumber itu.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan aksi kriminalitas kelompok bersenjata itu, lantas melakukan pengejaran dan menyisir kawasan Buket Ceurana. Polisi yang hingga kini masih memburu pelaku, dikabarkan berhasil menemukan gubuk KKB yang sudah ditinggalkan.

Kabar terakhir yang diperoleh Metro Aceh, Kamis (19/9) menyebutkan, empat anggota KKB telah menyerahkan diri ke polisi, sedangkan Abu Razak dan beberapa anggota komplotannya kabur masuk ke hutan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Bireuen. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi
Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih
Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen
Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika
Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo
Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi
Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu
Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo

Berita Terbaru

Desk Pemeriksaan Data Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) berlangsung mulai dari hari Senin s.d Kamis (26-29/10) di Aula Diskominsa Kabupaten Bireuen.

NANGGROE

Perkuat SDPDN, Pemkab Bireuen Gelar Desk Pemeriksaan Data SKPK

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:21 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST dan Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT meninjau aliran Krueng Leubu yang dipacu kegiatan normalisasi, Senin (26/10)

NANGGROE

Bupati Tinjau Percepatan Normalisasi Krueng Leubu

Senin, 26 Okt 2026 - 23:14 WIB

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,SPsi.,MIK menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan petugas, di Mapolres, Senin (26/10) pagi.

NANGGROE

Polres Bireuen Gelar Operasi Patuh Seulawah 14 Hari

Senin, 26 Okt 2026 - 15:45 WIB