oleh

Jaksa Limpahkan Perkara Korupsi PNPM

BIREUEN|METRO ACEH-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bireuen, melimpahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) di Kecamatan Jeumpa, ke pengadilan negeri (PN) Tipikor, Selasa (1/11).

Dengan pelimpahan tersebut, proses peradilan skandal korupsi dalam kasus yang diusut tim penyidik Kejari ini, segera berlabuh di pengadilan. Dua tersangka yang kini telah ditahan, dalam waktu dekat akan menjalani persidangan di PN Tipikor Banda Aceh.

Kajari Bireuen, Mohammad Farid Rumdana SH MH melalui Kasi Intelijen, Muliana SH saat ditemui awak media ini, Rabu (2/11) menjelaskan, pihaknya melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi PNPM Jeumpa, ke PN Tipikor pada Selasa kemarin.

BACA JUGA :   KPK Ringkus Ayah Merin

Menurutnya, dua tersangka yang dituduh ikut terlibat menggelapkan uang negara melalui program nasional ini, yaitu Edi Hasan Basri selaku Ketua UPK Jeumpa, serta Sukmawati yang merupakan Ketua Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Gampong Pulo Lawang.

BACA JUGA :   Rekruitmen PPS Diduga Sarat Masalah

Muliana menyebutkan, sesuai penghitungan kerugian negara (PKN) dari Inspektorat Aceh seperti tertuang dalam laporan hasil penghitungan auditor nomor 700/B.V/1057/14, telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2.477.529.000.

“Dari total kerugian negara ini, tim penyidik kejaksaan berhasil menyita dan melakukan penyelamatan sebanyak Rp 1.110.497.000,” ungkap Muliana.

Kedua tersangka itu sebutnya, didakwa dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3, pasal 9 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2) dan (3) Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 KUHPidana.

BACA JUGA :   Rekruitmen PPS Diduga Sarat Masalah

“Kedua tersangka telah dilakukan penahanan pada Lapas Kelas II/b Bireuen sejak beberapa waktu lalu, guna mempermudah dalam proses penyidikan hingga pelaksanaan sidang nantinya,” jelasnya. (Bahrul)

Komentar