BIREUEN|METRO ACEH-Dampak peralatan praktik untuk mendukung pembelajaran pada sejumlah jurusan keahlian rusak terendam banjir bandang akhir November 2025. Kini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Peusangan hanya dapat melaksanakan pembelajaran secara teori bagi siswa tanpa praktek.
Hal itu disampaikan Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal ST MPd didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd kepada Metro Aceh, Rabu (22/4) pagi terkait kendala dalam proses belajar dampak bencana.
Guna melengkapi mobiler sekolah dan juga bahan laboratorium dan peralatan praktik bagi siswa-siswa, kami telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan harapan kami dapat terealisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan sangat dibutuhkan antara lain mesin jahit, komputer, alat cetak untuk jurusan desain visual, juga mesin ketik dan perangkat komunikasi karena di sekolah kami juga ada jurusan manajemen perkantoran.
“Dikarenakan banyak peralatan telah rusak terendam banjir, siswa-siswa hanya belajar secara teori saja tanpa praktik,” terang Faisal.
Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid juga menambahkan guna kelancaran aktivitas pembelajaran di sekolah, kami diminta untuk mengusul peralatan laboratorium bagi delapan sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sekolah sudah kami usulkan yaitu SMA Peusangan Siblah Krueng, SMAN 1 Peusangan dan SMAN 2 Peusangan, SMAN Gandapura, SMAN 1 Peulimbang, SMAN 1 Jeunieb, SMAN 1 Simpang Mamplam, dan juga SMAN 1 Samalanga, rincinya.
Bantuan yang akan dibantu yaitu alat-alat praktik di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk menganti peralatan sebelumnya telah rusak dampak banjir, jelas Abdul Hamid. (Rahmat Hidayat).






