Tiga Koruptor Honor Petugas Siaga Bencana Gampong Ditahan

- Administrator

Selasa, 20 November 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Tiga tersangka tindak pidana korupsi penyelewengan dana honorarium petugas siaga bencana desa, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen TA 2013, resmi ditahan polisi mulai Selasa (20/11).

Demikian diungkapkan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si saat menggelar temu pers dan ekpose perkara di mapolres, Selasa (20/11) pagi. Disebutkannya, tiga tersangka koruptor itu yakni AH bin Abdul Rasyid mantan Kepala BPBD Bireuen, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA).

Lalu, MZ bin Nasruddin selaku PPTK serta HE sebagai bendahara pengeluaran. Ketiga ASN itu, diduga “menggelapkan” honor bagi pemuda desa siaga bencana yang tersebar di seluruh Kabupaten Bireuen. Akibat perbuatan tersangka korupsi ini, negara dirugikan sebesar Rp 724.200.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menuturkan, kronologis dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan, dalam penyaluran dana yang dianggarkan sebesar Rp 730.800.000 bersumber dari APBK TA 2013.

“Modus operandi yang dilakukan oleh AH yakni, dengan memerintahkan stafnya agar memalsukan tandatangan petugas siaga bencana desa, berjumlah 1.218 orang,” jelas Gugun kepada awak media.

Ditandaskannya, tujuan pemalsuan itu untuk memanipulasi data, seolah-oleh dana tersebut telah disalurkan kepada penerima. Selain itu AH, MZ dan HE juga menggunakan daftar nominatif ini untuk mencairkan dana tersebut.

Setelah dana dicairkan, para tersangka itu hanya menyalurkan sebesar Rp 6.800.000, diserahkan kepada 34 orang saja. Ketika prosesi penyaluran di Kantor Camat Jeunib, Juli dan Peusangan. Sedangkan sisanya, tak pernah disalurkan lagi.

“Berdasarkan audit BPKP, kembali ada temuan diantara 34 orang, satu diantaranya tidak berhak menerima honorarium itu, karena tak termasuk dalam SK Bupati,” sebut Gugun.

Penyidik turut mengamankan barang bukti, berupa dokumen berkaitan dengan kasus itu. Ketiganya, disangkakan telah melanggar pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU RI No 31/1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara, dengan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. (Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada
Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim
Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan
Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh
Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan
Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri
Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar
Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 15:29 WIB

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Rabu, 17 April 2024 - 21:54 WIB

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:01 WIB

Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 1 November 2023 - 15:55 WIB

Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:14 WIB

Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri

Kamis, 7 September 2023 - 00:33 WIB

Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar

Rabu, 30 Agustus 2023 - 20:41 WIB

Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terbaru

illustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Kamis, 18 Apr 2024 - 15:29 WIB

Ilustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Rabu, 17 Apr 2024 - 21:54 WIB

POLITIK

H Mukhlis Ajak Warga Rawat Persaudaraan

Senin, 15 Apr 2024 - 23:11 WIB

POLITIK

H Mukhlis Siap Wujudkan Harapan Rakyat

Jumat, 12 Apr 2024 - 21:43 WIB

NANGGROE

Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 6 Apr 2024 - 23:00 WIB