BIREUEN|METRO ACEH – Sawah katagori rusak sedang ekses bencana Hydro Metereologi di Kecamatan Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura mulai dibersihkan untuk dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.
Keterangan yang Metro Aceh peroleh, Pemkab Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun)
sejak (29/2), telah mengusulkan pelaksanaan kegiatan pembersihan/pembenahan lahan persawahan dimaksud.
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli kepada wartawan menyampaikan, adapun data kerusakan sawah yang diusulkan yaitu rusak ringan 2.756,60 hektare, rusak sedang 685,27 hektare dan rusak berat 1.323,07 hektare
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk lahan persawahan kategori rusak sedang dari 685,27 hektare yang diusulkan, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi dilakukan Kementerian Pertanian, yang disetujui 677 hektare, jelasnya.
Kemudian, dilakukan proses Sign Engineering design (SID) antara Dinas Pertanian Aceh dengan Universitas Malikussaleh. Setelah proses tersebut selesai, lahan tersebut mulai direhab, sekarang prosesnya lagi berlangsung.
Kegiatan yang dilakukan di dalam proses rehab lahan tersebut yaitu pembersihan lahan dan pembenahan saluran air. Pembersihan lahan persawahan kategori rusak ringan seluas 1.920 hektare sesuai hasil verifikasi dan validasi Kementerian Pertanian, dilakukan setelah selesai penandatangan kontrak SID.
Sedangkan untuk lahan persawahan kategori rusak berat, Pemkab Bireuen melalui Distanbun terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat. Kemungkinan besar penanganannya akan dilakukan saat masa rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, terang Muhajir. (Rahmat Hidayat)






