SABANG|METRO ACEH-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sabang, berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 300 juta, dalam proses penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi, pada proyek pengadaan lahan TPA Lhok Batee Cot Abeuk TA 2020. Uang tersebut dikembalikan kepada jaksa, Selasa (20/12).
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, kerugian keuangan negara itu dikembalikan tersangka FS hari ini, dengan didampingi penasehat hukum. Setelah tim penyidik kejaksaan, menindaklanjuti dugaan skandal mark up pembebasan lahan untuk lokasi pengembangan TPA Lhok Batee Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya.
Kajari Sabang, Choirun Parapat SH MH melalui Plh Kasi Intel, Fri Wisdom S Sumbayak SH kepada media ini menuturkan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara, dalam perkara itu yang diperkirakan mencapai Rp 1.502.935.000. Sehingga, salah satu dari tujuan pemberantasan tindak pidana korupsi, yakni pemulihan keuangan negara dapat tercapai sesuai harapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wisdom, seluruh pengembalian uang negara ini, akan dijadikan alat bukti di persidangan. Untuk sementara, dana tersebut dititipkan di Rekening Penampungan Lainnya (RPL) Kejari Kota Sabang. Dia menyampaikan apresiasi atas i’tikad baik FS yang bersedia mengembalikan uang itu. Bahkan, diharapkannya seluruh kerugian dari perkara ini bisa kembali semuanya.
“Tim penyidik akan segera menuntaskan penyidikan perkara ini, sehingga dalam waktu dekat dapat dilengkapi dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ungkap Wisdom yang juga Kasi Pidsus Kejari Kota Sabang ini. (Bahrul)