Terbukti Lakukan Pungli, Ketua Panwascam Peudada Dipecat

- Administrator

Kamis, 31 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Karena terbukti melakukan pemungutan liar (Pungli), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI memecat Zulkifli oknum Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Peudada, melalui sidang kode etik yang digelar, Rabu (30/1) di Jakarta Pusat.

Zulkifli dilaporkan telah terbukti secara meyakinkan, melakukan pungli honor Petugas Pengawas Gampong (PPG) pada puluhan desa di Kecamatan Peudada. Sehingga, oknum tersebut tak dibenarkan lagi seumur hidupnya, untuk ikut terlibat menjadi penyelenggara pemilu.

DKPP RI saat mengelar sidang kode etik, Rabu (30/1) di Jakarta Pusat | Foto Istimewa

Informasi yang diperoleh Metro Aceh, Kamis (31/1) menyebutkan, keputusan itu ditetapkan melalui sidang etik DKPP, dipimpin ketua majelis Dr Harjono SH MCL, serta anggota yang terdiri dari Prof Dr Muhammad SIP M.Si, Prof Dr Teguh Prasetyo SH MSn, Fntz Edward Suezar SH LLM PHD, Dr Ida Budhlati SH.m MH serta Dr H Alfitra Salam APU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bireuen, Wildan Zacky E yang mengikuti proses sidang etik itu, kepada Metro Aceh tadi pagi menuturkan, DKPP telah menjatuhkan sanksi terhadap Ketua Panwascam Peudada atas tindakan pelanggaran tersebut kemarin.

Dia menyebutkan, sesuai amar putusan perkara Nomor 292 DKPP PKB VIL 2018, majelis sekaligus memerintahkan kepada Bawaslu Bireuen untuk segera melaksanakan putusan itu, paling lama tujuh hari sejak dibacakan.

Wildan menjelaskan, sesuai fakta-fakta pada sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat tindakan teradu Zulkifli itu, yang mengutip uang kepada pengawas pemilu kelurahan/desa, tidak dapat dibenarkan menurut hukum maupun etika.

[fvplayer id=”1″]”

DKPP menyimpulkan, teradu terbukti telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Untuk menindaklanjuti putusan ini, kami segera melantik Pengganti Antar Waktu (PAW) Panwascam Peudada, sesuai ketentuan,” jelasnya seraya menambahkan setelah itu, akan melapor ke DKPP dan Bawaslu secara tertulis.

Saat pembacaan putusan, Zulkifli tidak menghadiri proses persidangan, meski sudah mendapat surat panggilan tanggal 25 Januari 2019.

Diharapkannya, keputusan tersebut bisa jadi pelajaran berharga, khususnya untuk seluruh penyelenggara pemilu jajaran Panwaslih dan KIP Aceh. Sehingga, para penyelenggara pemilu benar-benar dapat memiliki integritas, dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawab yang diamanahkan sesuai undang-undang.

Persoalan itu, diketahui terungkap setelah Ketua Panwaslih Bireuen Abdul Majid, Desi Safnita dan Wildan Zacky, sebelumnya mengadukan Zulkifli selaku ketua, merangkap anggota Panwascam Peudada diadukan ke DKPP.

Pokok pengaduan, karena diduga telah mengutip uang kepada sejumlah anggota Pemilu Kelurahan/ Desa di Kecamatan Peudada, berkisar Rp400 ribu sampai Rp600 ribu per-orang, jelas Wildan. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada
Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim
Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan
Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh
Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan
Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri
Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar
Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 15:29 WIB

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Rabu, 17 April 2024 - 21:54 WIB

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:01 WIB

Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 1 November 2023 - 15:55 WIB

Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:14 WIB

Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri

Kamis, 7 September 2023 - 00:33 WIB

Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar

Rabu, 30 Agustus 2023 - 20:41 WIB

Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terbaru

illustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Kamis, 18 Apr 2024 - 15:29 WIB

Ilustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Rabu, 17 Apr 2024 - 21:54 WIB

POLITIK

H Mukhlis Ajak Warga Rawat Persaudaraan

Senin, 15 Apr 2024 - 23:11 WIB

POLITIK

H Mukhlis Siap Wujudkan Harapan Rakyat

Jumat, 12 Apr 2024 - 21:43 WIB

NANGGROE

Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 6 Apr 2024 - 23:00 WIB