Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen

- Admin

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH – Pekan Literasi Daerah yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten dibuka oleh Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST yang diwakili Wakil Bupati, Ir H Razuardi, MT berlangsung semarak dan juga diapreasi atas hadirnya bunda literasi dari lima kabupaten/kota, di Aula Dispusip, Selasa (6/10) pagi.

Amatan dan data dihimpun Metro Aceh, para istri kepala daerah yang turut antusias hadir yaitu Bunda Literasi Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis dan Ketua BKMT Bireuen, Hiryani Daud.

Bunda Literasi Lhokseumawe Ny Yulinda Sayuti, diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Lhokseumawe, Mirodiyatun Resi Nuridayati, S.Sos.,MP.

Selanjutnya, Bunda Literasi Aceh Utara, Ny Musliana Ismail,
Bunda Literasi Aceh Timur, Dr Lismawani Iskandar Al-Farlaky,
SPd MAg, dan Bunda Literasi Kabupaten Pidie, Nurhalisa.

Kepala Dispusip Bireuen, Irfan, SPd.,MPd dalam laporannya mengatakan, Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen tahun 2026 ini adalah.

Salah satu upaya dari Pemkab Bireuen melalui Dispusip dalam upaya meningkatkan budaya membaca, memperluas akses informasi, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dalam kehidupan.

Adapun tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat. Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan.

Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan. Menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan literasi.

Selanjutnya, membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas literasi, masyarakat dalam pengembangan budaya baca.

Juga mendorong terwujudnya masyarakat Bireuen yang cerdas, berpengetahuan, kreatif, dan sejahtera. Dalam acara ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, khususnya pelajar, guru, pustakawan, para pegiat literasi, serta masyarakat umum.

Di antaranya adalah kegiatan talk show literasi, storytelling atau mendongeng, kegiatan membaca, berbagai aktivitas edukatif dan literasi lainnya yang diharapkan dapat memberi pengalaman menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi para peserta.

Melalui Pekan Literasi Daerah ini, kami mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak bersama, menghadirkan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk dekat dengan buku, dekat dengan pengetahuan, dan pada akhirnya mampu menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, paparnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis mengucapkan selamat datang kepada Bunda Literasi Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur sudah bersedia hadir. “Terima kasih atas kehadiran ibu-ibu semua,” tuturnya.

“Saya sangat berharap Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Juga mari jadikan semua rumah sebagai rumah literasi, setiap sekolah sebagai taman ilmu, setiap perpustakaan sebagai ruang bertemu, dan setiap anak sebagai pembelajar sepanjang hayat.

“​Mari kita tanamkan kepada anak-anak sebuah keyakinan bahwa membaca membuka jendela dunia, menulis mengabadikan gagasan, literasi membangun peradaban,” harap Bunda Literasi.

Sementara itu,
Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT dalam sambutan antara lain mengatakan, Pekan Literasi Daerah bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum mengingatkan kita, membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung.

“Kita juga harus membangun manusia yang mengisi pembangunan tersebut, dan manusia yang berkualitas lahir dari pendidikan, pengetahuan, karakter, dan budaya belajar yang kuat, dan pintunya adalah literasi,” ujarnya.

Di era digital, literasi bukan sekadar kemampuan membaca tulisan, melainkan memahami dunia, membaca keadaan, menyerap informasi secara tepat, serta membedakan fakta dan disinformasi.

Kemudahan akses informasi menuntut kita untuk bijak memilahnya agar masyarakat tidak hanya cepat menerima, tetapi juga matang memahami kebenaran. Oleh karena itu, kita membutuhkan masyarakat yang melek huruf, informasi, dan digital.

Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berupaya menghidupkan perpustakaan tidak sekadar jadi tempat penyimpanan buku.Juga menjadi ruang bagi anak-anak menumbuhkan rasa ingin tahu, pelajar mencari pengetahuan, mahasiswa mengembangkan gagasan, dan juga masyarakat belajar keterampilan, serta siapa saja yang ingin terus bertumbuh.

“Saya mengapresiasi berbagai inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bireuen, termasuk kegiatan literasi mendekatkan perpustakaan ke masyarakat,” tuturnya.

Diharapkan, lomba video konten, resensi buku berbasis koleksi perpustakaan tingkat SMP/SMA sederajat, lomba perpustakaan desa terbaik, bimtek literasi informasi, pelestarian naskah kuno, perpustakaan keliling, hingga pemilihan duta baca dan kegiatan kreatif lainnya harus terus dikembangkan, pesan Wabup Razuardi.

Juara Lomba perpustakaan desa terbaik tingkat Kabupaten Bireuen :
1. Juara I, Perpustakaan Desa Singgah Mata, Kecamatan Jeumpa.
2. Juara II, Perpustakaan Desa Keupula Madani Kecamatan Kota Juang.
3. Perpustakaan Desa Meunasah Tgk Digadong, Kecamatan Kota Juang.
4. Juara harapan I, Perpustakaan Desa Aneuk Ceudah, Kecamatan Juli.
5. Juara harapan II Perpustakaan Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan.
6. Juara harapan III Perpustakaan Desa Kumbang Peunawa, Kecamatan Peusangan Selatan.

Juara lomba pembuatan resensi buku berbasis koleksi perpustakaan tahun 2026 :
1. Juara I, Safriatul Aulia dari SMAN 1 Bireuen judul buku Didalam Lembah Kehidupan.
2. Juara II, Zahratul Aini SMAS Az Zahra, judul buku Sejarah Kota Jakarta.
3. Juara III, Naiza Anggraini SMAN 2 Bireuen, judul buku Selayang Pandang Langkah Diplomasi Kerajaan Aceh.

Tingkat SMP :
1. Juara I, Miftahul Jannah SMPN 1 Kuala, judul buku Strategi Belanda Mengelung Aceh 1873-1945.
2. Juara II, Khanza Kiana SMP Sukma Bangsa Bireuen, judul buku Simon Bolivar.
3. Juara III, Hafiz Maulana SMP Sukma Bangsa Bireuen, judul buku, Sumbangsih Aceh bagi Republik. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika
Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo
Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi
Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu
Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen
Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada
Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah
Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo

Senin, 14 September 2026 - 16:23 WIB

Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu

Selasa, 28 April 2026 - 17:06 WIB

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Berita Terbaru

Peserta Meurukon sedang menampilkan kemampuan Meurukon dalam festival Meurukon DKA Bireuen dihalaman Pendopo Bupati, Senin (5/10) malam

NANGGROE

Festival Meurukon DKA Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen

Selasa, 6 Okt 2026 - 11:18 WIB