Warga Makmur Ditemukan Meninggal Tenggelam Di Alur Sungai Mon Jambe

- Admin

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Gandapura, Iptu Jusman dan warga membawa jenazah korban tenggelam ke darat, usai ditemukan, di alur sungai Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, Minggu (25/10) siang.

Kapolsek Gandapura, Iptu Jusman dan warga membawa jenazah korban tenggelam ke darat, usai ditemukan, di alur sungai Gampong Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, Minggu (25/10) siang.

BIREUEN|METRO ACEH – Seorang korban tenggelam bernama Muhammad Khalidin (15) warga Gampong Pante Breuh, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, ditemukan meninggal dunia oleh warga yang melakukan pencarian disekitar lokasi awal korban hilang, di alur sungai Gampong Mon Jambe, Gandapura, Minggu (25/10) pukul 14.22 WIB.

Informasi kejadian, Minggu (25/10) pukul 13.09 WIB dengan cepat menyebar sampai ke Kota Bireuen dan diterima tim Pos SAR serta BPBD Bireuen yang secepatnya meluncur ke lokasi. Kapolsek Gandapura, Iptu Jusman bersama anggota juga bergegas kesana.

Camat Makmur Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP, juga terlihat langsung kelokasi bersama Ketua Apdesi Fakrizal ditanyai Metro Aceh dilokasi belum mengetahui kronologis kejadian seperti apa.

Korban warga Gampong Pante Breuh anak pertama dari pasangan M Nur dan Marlina. “Bagaimana kejadian saya belum memperoleh informasi, saat menerima kabar ada anak Pante Breuh tenggelam, saya langsung kemari dengan Ketua Apdesi,” ujarnya turut berduka cita atas musibah tersebut.

Sementara itu, Sekdes Mon Jambe, M Razi (30) ditanyai Metro Aceh, juga belum mengetahui pasti bagaimana kejadiannya, saat itu ada warga kami dilokasi meminta bantuan kepada saya, ada kejadian seorang anak tenggelam di alur sungai berada di Dusun Tgk Dimane.

Setelah menerima informasi itu, Sekdes dan warga langsung pergi kelokasi membantu untuk mencari korban dan beberapa saat kemudian korban berhasil ditemukan disekitar korban awal tenggelam.

Sesuai adat di Gampong kami ini, jika ada penemuan jenazah seperti kejadian ini. Jenazah terlebih dahulu dibawa pulang ke meunasah untuk dilakukan fardhu khifayah, setelah itu baru diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa kerumah duka dan dikebumikan, jelasnya.

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,S.Psi.,MIK melalui Kapolsek Gandapura, Iptu Jusman kepada Metro Aceh ditanyai dilokasi kejadian menjelaskan.

Pihaknya hari Minggu (25/10) pukul 13.00 WIB menerima informasi ada seorang anak tenggelam di alur sungai Desa Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, identitas korban Muhammad Khalidin (15) pelajar, Alamat Desa Pante Breuh, Kecamatan Makmur.

Kapolsek menjelaskan kronologis kejadiannya, sebelum kejadian itu, korban bersama dua saksi yang melihat kejadian yaitu Ibrahim Usman (60) wiraswasta, warga Pante Breuh, M Zaini (28) sebagai Keuchik Pante Breuh, dan M Nur (38) petani, ayah kandung korban.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban dengan para saksi itu berangkat dari rumah menuju ke sungai di Desa Mon Jambe Kecamatan Gandapura untuk mencari kerang dan menjaring ikan, mereka sampai pukul 12.00 WIB.

Kemudian, korban dan saksi itu turun ke sungai mencari kerang dan menjaring ikan. Saat itu, korban melompat ke sungai untuk menyeberangi sungai dari arah timur ke barat.

Sampai di pertengahan sungai, korban kelelahan dan keram sehingga Muhammad Khalidin tidak sanggup lagi berenang menyeberangi sungai. Melihat kejadian itu para saksi mencoba untuk menyelamatkan korban.

Namun karena kondisi air sungai yang dalamnya lebih 3 meter sedang pasang air dan arus kencang sehingga saksi kembali ke darat dan berteriak meminta pertolongan kepada para pemancing ikan berada didekat lokasi.

Namun pemancing ikan tidak bisa menolong karena tidak bisa berenang. Beberapa menit kemudian, korban tidak terlihat lagi dan hanyut tenggelam, jelas Kapolsek.

Iptu Jusman menambahkan saat mengetahui kejadian itu, warga setempat menghubungi Polsek Gandapura dan SAR Kabupaten Bireuen. Kemudian Kapolsek dan anggota bersama warga melakukan upaya pencarian korban dengan cara menyelam dan memasang jaring didekat lokasi kejadian.

Pada pukul 14.22 WIB jenazah korban berhasil ditemukan langsung oleh ayah kandungnya tidak jauh dari lokasi korban tenggelam dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Oleh Kapolsek dan anggota bersama warga langsung membawa jenazah korban ke darat, lalu dibantu tim SAR dan BPBD yang baru tiba dari Kota Bireuen mengevakuasi jenazah menuju menggunakan mobil BPBD menuju Meunasah Mon Jambe untuk dilakukan proses pemulasaraan jenazah (dimandikan, dikafankan dan shalat jenazah).

Setelah itu, selanjutnya jenazah dibawa pulang pihak keluarga korban ke rumah duka di Desa Pante Breuh Kecamatan Makmur dengan mobil Ambulance Puskesmas Gandapura.

“Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kejadian itu dan tidak akan melakukan upaya autopsi jenazah. Jenazah segera dikebumikan di Desa Pante Breuh,” terang Kapolsek Gandapura Iptu Jusman. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka
Rumah Warga Cot Tunong Ludes Terbakar
Truk Kopdes Merah Putih Asal Tangerang Tabrakan Beruntun di Kutablang
Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas
Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar
Korban Tenggelam di Laut Jangka Ditemukan
Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka
Bus Putra Pelangi Jatuh ke Sawah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Warga Makmur Ditemukan Meninggal Tenggelam Di Alur Sungai Mon Jambe

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:11 WIB

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Rumah Warga Cot Tunong Ludes Terbakar

Senin, 14 September 2026 - 18:12 WIB

Truk Kopdes Merah Putih Asal Tangerang Tabrakan Beruntun di Kutablang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas

Berita Terbaru

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi bersama anak yatim, di halaman kampus UNIKI Bireuen, Sabtu (24/10) pagi

PENDIDIKAN

Gelar Maulid, UNIKI Santuni Anak Yatim

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:27 WIB