COVID 19 DAN POTENSI INSTABILITAS POLKAMNAS

- Administrator

Sabtu, 25 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Daniel Filipus Kagawak

Jika berbicara akselerasi covid-19 di Indonesia, kurvanya terus menanjak dari waktu ke waktu. Pada awal Maret 2020 baru tercatat 2 kasus. Sebulan berikutnya meningkat menjadi 1.790 orang, dengan korban meninggal 170, dan yang sembuh 112 orang. Pada minggu ketiga April (per 19 April) meningkat lagi hampir tiga kali lipatnya. Kasus positif mencapai 6.575, korban yang meninggal 582 korban meninggal dan 686 sembuh.

Menghadapi wabah pandemi Covid-19, semangat gotong royong dan bahu membahu mengatasi permasalahan ini dilakukan banyak warga bangsa di dunia, walaupun sepertinya semangat tersebut sangat menguat dan meluas di Indonesia, sehingga tidak mengherankan jika Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengapresiasi kehadiran Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 yang langsung dikomandani Sandiaga Uno.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan peran komponen bangsa dalam penanganan wabah covid-19. “Saya ingin mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Sandiaga dan seluruh rekan-rekan Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 atas deklarasinya,” ujar Budi Gunawan.

Budi menegaskan saat ini bukan hanya Indonesia yang tengah mengalami pandemi tersebut, melainkan juga dunia turut merasakan krisis kesehatan akibat covid-19. Dia mengaku optimistis dengan kehadiran gerakan relawan ini karena akan mempercepat penanganan pandemi covid-19. Budi yakin gerakan gotong royong dan bahu-membahu akan membuat penanganan wabah ini semakin cepat teratasi. “Kita lihat mereka sudah ada di seluruh Nusantara dan berada di wilayah zona merah penyebaran wabah covid-19,” katanya.

Mantan Wakapolri itu menambahkan bahwa Relawan Indonesi Bersatu Lawan Covid-19 telah melakukan langkah konkret dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19, salah satunya melakukan 10 ribu rapid test yang digelar di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Kemudian, penyemprotan disinfektan di zona merah.

Menurut penulis, apa yang dilakukan BIN dalam memerangi Covid-19 dengan melakukan sejumlah aksi nyata adalah hal yang wajar, karena sebagai lembaga negara apalagi wadah “kaum telik sandi” tidak ada kata lain yang perlu dikedepankan oleh mereka yaitu “setia dan taat kepada negara dan pemerintah” dan selalu mengamankan seluruhkan kebijakan negara.

Namun, sejatinya, menurut penulis, tugas BIN di saat negara genting menghadapi mewabahnya Covid-19 yang belum dapat diprediksikan akan berakhir ini, seharusnya BIN lebih memfokuskan kegiatannya kepada bagaimana memberikan informasi yang valid dan melakukan assessment yang jitu kepada Presiden terkait beberapa hal strategis ke depan seperti misalnya bagaimana dampak atau implikasi paling parah yang diterima oleh negara ini jika Covid-19 masih berlangsung lama, sehingga memperparah defisit anggaran negara; apakah ada indikasi kelompok-kelompok oposan pemerintah akan memanfaatkan situasi genting untuk menyebarluaskan minimal narasi yang dapat memojokkan pemerintahan; apakah stabilitas keamanan dapat dipertahankan sampai berapa lama dikala mewabahnya Covid-19 dapat menyebabkan ketegangan sosial, maraknya kriminalitas, PHK yang tidak terbendung, daya beli masyarakat yang anjlok serta apakah kelompok teror serta separatis akan meningkatkan potensi gangguan Kamtibmas di tengah Covid-19, belum ditambahkan sejumlah permasalahan internasional yang perlu mendapatkan perhatian serius dari komunitas intelijen.

Tapi penulis sangat yakin jika semuanya sudah diantisipasi, dipikirkan dan dicarikan langkah mendeteksi serta menanganinya secara dini oleh komunitas intelijen, karena sejatinya mereka adalah kumpulan orang cerdas dan memiliki jaringan yang luas dan bermutu. Semoga.

Penulis adalah pemerhati masalah Indonesia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia
Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat
MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan
Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel
Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman
Bireuen Kota Santri: Menggali Potensi Ekonomi Berbasis Syariah
Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:47 WIB

Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:10 WIB

MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:43 WIB

Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel

Senin, 14 April 2025 - 18:33 WIB

Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman

Berita Terbaru

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST

NANGGROE

Pekan Depan Tim Survei Mulai Verifikasi Data Korban Banjir

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:19 WIB

NANGGROE

Bupati Buka Rakor GTRA 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:16 WIB

Uncategorized

Muscab PPP Bireuen Momentum Kebangkitan Perjuangan Bersama Rakyat

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:12 WIB