Kemenag Bireuen Diduga Pungli Dana Bos Dan Gaji Guru Madrasah

- Admin

Jumat, 13 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kemenag Bireuen difoto Jum'at (13/12) sore.

Kantor Kemenag Bireuen difoto Jum'at (13/12) sore.

BIREUEN||METRO ACEH-Oknum pejabat Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bireuen, diduga melakukan pungutan liar (pungli) dana BOS dan gaji ribuan guru madrasah. Skandal tersebut, kabarnya kini sudah ditangani tim penyidik Kejari Bireuen.

Sejumlah sumber guru di lingkungan Kemenag kepada awak media ini, Jum’at (13/12) membeberkan, oknum pejabat di instansi itu mematok “jatah” dana BOS sebesar Rp 500 per siswa per bulan, mulai jenjang MI, MTs dan MA. Selain itu, meminta bagian dari gaji guru senilai Rp 12 ribu per bulan.

Parahnya ungkap sumber itu, aksi pungli ini telah berjalan lancar selama dua tahun terkahir. Dia menyebutkan, jumlah siswa MIN/MIS, MTsN/MTSS dan MAN/MAS mencapai 17 ribu orang, maka jika diakumulasikan Rp 500 X 12 bulan mencapai Rp 100 juta lebih per tahun.

Belum lagi, hasil pungli gaji guru sebanyak Rp 12 ribu per orang yang diambil setiap bulan dari seribu lebih tenaga pendidik Kemenag Bireuen. Sehingga, akumulasi Rp 12 ribu X 1 000 X 12 bulan, maka tercatat hampir Rp 150 juta sukses diraup oknum pejabat itu, setiap tahunnya.

“Alasan pemungutan ini, untuk biaya kebutuhan aneka kegiatan yang digelar Kemenag. Selama dua tahun terakhir, tak kurang dari setengah miliar dikumpulkan secara ilegal oleh pejabat Kemenag Bireuen, dari dana BOS dan gaji guru madrasah. Belum lagi, pungutan proyek-proyek pegadaan barang dan jasa, untuk sarana prasarana mulai MI hingga MA, yang tak tersentuh hukum selama ini,” tukas sumber yang minta tidak ditulis nama.

Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris M.Pd yang dikonfirmasi via selulernya mengaku sedang dalam perjalanan menuju Kota Takengon. Saat ditanyai terkait mencuatnya isu persoalan itu, dia membantah keras tudingan tersebut.

“Tidak benar isu itu, jika ada pihak yang mengatakan terjadi pungli, coba tanya siapa yang melakukannya,” jelas Zulkifli singkat dari balik seluler.

Sejumlah kalangan di Bireuen memberi apresiasi tinggi, kepada pihak Kejari setempat yang mau merespon kondisi itu, serta telah mulai mengusut misteri pungli ini. Masyarakat setempat, juga berharap agar penyidik kejaksaan serius menangani kasus tersebut, serta dapat memprosesnya secara hukum hingga ke meja hijau.

“Kami berharap, kasus pungli Kemenag ini tidak raib begitu saja seperti kejadian OTT, yang pernah dibongkar beberapa waktu lalu dengan modus sumbangan sekolah madrasah, untuk membiayai peringatan maulid kala itu,” ungkap salah seorang warga Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang saat ditemui tadi pagi.(bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi
Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih
Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen
Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika
Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo
Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi
Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu
Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo

Berita Terbaru

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi bersama anak yatim, di halaman kampus UNIKI Bireuen, Sabtu (24/10) pagi

PENDIDIKAN

Gelar Maulid, UNIKI Santuni Anak Yatim

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:27 WIB