oleh

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim

BIREUEN|METRO ACEH-Mengisi bulan suci Ramadhan yang penuh hikmah ini, selain memperbanyak amal ibadah juga menjadi momentum guna meningkatkan ukhwah islamiyah. Disamping lebih peka untuk perduli antar sesama.

Seperti yang dilakukan jajaran kepolisian Polres Bireuen, pada acara buka puasa bersama yang dirangkai penyerahan santunan kepada anak yatim di mapolres setempat, Senin (20/5).

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si menyerahkan santunan bagi anak yatim, disela acara buka puasa bersama, Senin (20/5).

Pada kegiatan yang dihadiri Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos dan Wakil Bupati Dr H Muzakkar A Gani SH M.Si, Dandim 0111/Bireuen, Ketua DPRK, Ketua PN, Dan Subdenpom, ulama kharismatik Aceh, Waled Nurruzahri, insan pers serta berbagai tokoh agama dan pemuka masyarakat itu, diharapkan menjadi momen penting untuk merajut kembali persatuan diantara seluruh lapisan masyarakat pasca pemilu 2019.

BACA JUGA :   Mursyidin Dilantik Jadi Pj Keuchik Geulanggang Gampong

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, atas dukungan terhadap pihak kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah ini. Dia berharap, hubungan baik tersebut dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

BACA JUGA :   Disporapar Gelar Bimtek Ekonomi Kreatif

Sementara Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos dihadapan ratusan tamu meminta, seluruh komponen masyarakat mampu berperan aktif, guna merajut kembali hubungan harmonis dan tali persaudaraan, demi membangun masa depan yang lebih baik pasca pemilu yang telah berlangsung aman dan lancar.

“Kita harus berjiwa besar dan biarkan proses demokrasi di negeri ini, berjalan sesuai mekanisme. Saat ini, kita harus kembali bersatu untuk berperan, dalam laju pembangunan daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :   Mursyidin Dilantik Jadi Pj Keuchik Geulanggang Gampong

Saifannur meminta, masyarakat agar tak terpancing dengan isu ataupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, dia mengharapkan jangan ada lagi pihak-pihak, yang membesarkan isu 22 Mei karena berpotensi meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sebaiknya tidak membuang waktu, untuk menyebarkan hoax ataupun untuk menelan isu-isu yang tidak benar. Biarkan mekanisme dan aturan yang ada dapat berjalan sesuai koridor, dalam proses demokrasi ini,” tandasnya.(Bahrul)

Komentar

News Feed