Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Cabuli Santri

- Administrator

Kamis, 11 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE|METRO ACEH-Pimpinan Dayah An Nahla beserta seorang guru ngaji (tengku) diciduk polisi, karena mencabuli dan diduga mensodomi sejumlah santri. Aksi pelecehan seksual anak bawah umur itu, terkuak setelah orang tua korban melapor ke Polres Lhokseumawe.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, pimpinan dayah berinisial AI (45) dan guru ngaji MY (26) keduanya warga Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Mereka dilaporkan karena dugaan penyimpangan seks, dengan sejumlah remaja laki-laki yang mengenyam ilmu agama di pesantren tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbuatan bejat oknum guru sekolah agama di negeri syariat ini, diketahui oleh orang tua para santri setelah anak-anak itu mengeluh sakit. Menurut sumber Metro Aceh menyebutkan, selain dipaksa melakukan oral seks, beberapa korban juga disebut-sebut disodomi oleh pelaku.

Berdasarkan pengembangan laporan polisi dari keluarga santri, petugas kini telah mendeteksi sedikitnya lima korban yang menjadi sasaran lampiasan nafsu syaitan kedua pelaku. Mereka yakni R (13), L (14), D (14) dan T (13) semuanya warga desa setempat.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasatreskrim, AKP Indra T Herlambang saat menggelar konferensi pers di mapolres, Kamis (11/7) menjelaskan, kasus tersebut diproses berdasarkan dua laporan orang tua korban.

Menurut Ari Lasta Irawan, pelecehan seksual itu ditengarai terjadi sejak September 2018 hingga beberapa bulan lalu. Hingga kini, polisi telah mendeteksi sedikitnya 15 santri menjadi korban para pelaku. Namun, baru lima diantaranya yang dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim. Sedangkan sisanya, masih terus didalami petugas.

Dia menuturkan, berdasarkan pengakuan korban, modus pelaku dengan memintai santri membersihkan kamar pimpinan dayah. Bahkan, kerap mengajak korban tidur di kamar pimpinan dayah. Lalu, melakukan pelecehan seksual terhadap santri yang berusia remaja itu.

“Kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, hingga kini mereka belum mau mengakui perbuatannya,” jelas Pamen Polri ini.

Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan prosedur secara profesional dalam memproses perkara tersebut. Dia menegaskan, kedua pelaku pelecehan seksual ini dijerat pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, tentang hukum Jinayat.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung
Hakim Vonis Bebas Penadah Emas
Hakim Lepas Terdakwa Penganiayaan Hingga Korban Tewas
Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada
Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim
Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan
Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh
Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Berita Terkait

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:49 WIB

Hakim Lepas Terdakwa Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Kamis, 18 April 2024 - 15:29 WIB

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Rabu, 17 April 2024 - 21:54 WIB

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:01 WIB

Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 1 November 2023 - 15:55 WIB

Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:14 WIB

Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB