BIREUEN|METRO ACEH-Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST bersama Ketua DPRK, Sekda serta tim, meninjau progres pembangunan dua jembatan duplikasi menggantikan kerusakan jembatan eksisting Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang dan Teupin Mane, Kecamatan Juli telah rusak diterjang banjir bandang, Rabu (29/4) pagi.
Dalam kunjungan ke proyek dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu, Bupati didampingi Ketua DPRK Juniadi, SH, Sekretaris Daerah (Sekda) Ismunandar, ST MT, Asisten II, Kadis PUPR, serta jajaran Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen.
Bupati H Mukhlis mengharapkan agar seluruh tim pelaksana dapat bekerja ekstra agar jembatan menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat selesai tepat waktu dan bisa segera difungsikan kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek ini secara berkala agar target fungsionalitas jembatan tercapai tepat waktu tanpa mengesampingkan kualitas mutu bangunan, sebutnya.
Bupati ditanyai Metro Aceh dilokasi mengharapkan bagi masyarakat agar bersabar dan target pembangunan jembatan dapat selesai Juli 2026.
“Jembatan ini sangat vital, kita harap kepada pengendara angkutan jangan paksakan tonase lebih 30 ton agar jembatan Baeley bisa bertahan sampai jembatan baru selesai dibangun,” ujarnya.
Project Production Manager (PPM) PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Sutrisno didampingi oleh Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Satker Wilayah 1, Fachruddin ditanyai awak media ini dilokasi mengatakan.
Pembangunan jembatan duplikasi Krueng Tingkeum Kutablang saat ini sudah 42 persen, dan seluruh material dibutuhkan tersedia ditempat. Pekerja berjumlah 45 orang, agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu juga segera kami tambah 30 orang mulai datang ke Bireuen, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bireuen dilokasi pembangunan jembatan duplikasi Teupin Mane, Kecamatan Juli mengatakan, kunjungan ini untuk melihat perkembangan pembangunan jembatan ini karena jembatan rangka baja lama telah miring diterjang banjir bandang akhir November 2025.
Harapan saya sebagai Bupati dan juga masyarakat, pembangunan jembatan lintas tengah ini dapat selesai sesuai rencana bulan Agustus 2026. “Kepada pelaksana saya harap agar melakukan upaya percepatan, metode pekerjaan juga sangat penting untuk percepatan pekerjaannya”, sarannya.
Project Manager (PM) PT PP (Persero) Tbk, Reza Azlan kepada wartawan dilokasi mengatakan untuk progres pekerjaan 17 persen, dalam proses pekerjaan ada perlambatan karena ada kendala faktor alam, hampir satu bulan ini kondisi debit air sungai naik
Namun pihaknya terus bekerja dan dalam pelaksanaan pembangunan, semua alat berat dibutuhkan standby di lokasi ini. Terkait jumlah pekerja total 350 orang dan dari jumlah itu 100 orang bekerja pada pembangunan fisik jembatan, terang Reza Azlan. (Rahmat Hidayat).






