BIREUEN|METRO ACEH-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat melaksanakan verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan perekaman biometrik, pencocokan data kependudukan bagi tahanan dan narapidana, di Aula Lapas, Selasa (28/4) pagi.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan dengan cara mengintegrasikan dan mencocokkan data dengan basis data nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga penting untuk memenuhi hak dasar warga binaan, terutama dalam memastikan bahwa setiap orang memiliki identitas resmi dan dokumen kependudukan yang sah. Hal ini sangat penting sebagai bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat nantinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto kepada wartawan menjelaskan, kegiatan ini bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada warga ninaan.
“Verifikasi NIK, perekaman biometrik, dan pencocokan data bukan hanya kegiatan administratif biasa, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan kejelasan identitas setiap warga binaan. Identitas jelas akan membantu mereka dalam mendapat hak-haknya serta menjadi bekal penting saat menjalani kehidupan setelah masa pembinaan,” tuturnya.
Selanjutnya, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, juga menekankan pentingnya data kependudukan yang valid dan akurat. “Data yang sudah diperbarui dan diverifikasi akan mempermudah pelaksanaan berbagai program pembinaan dan pelayanan di dalam Lapas Bireuen,” sebutnya.
Sementara itu Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil, Dian Ferdina memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara pihak lapas dan pemerintah daerah.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan tertib administrasi kependudukan bagi seluruh warga negara. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semua warga, termasuk warga binaan, dapat tercatat secara resmi dalam sistem administrasi kependudukan nasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Bireuen bersama pemerintah daerah berharap seluruh warga binaan dapat memiliki data kependudukan yang lengkap, valid, tersimpan dengan baik. Upaya ini juga menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dilakukan tidak hanya bersifat administratif.
Tetapi juga mengedepankan pendekatan yang humanis, inklusif, berorientasi pada masa depan Warga Binaan agar dapat kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif. (Rahmat Hidayat).






