BIREUEN l|METRO ACEH-Sebagai tradisi leluhur masyarakat Aceh yang masih terus dipertahankan, menjelang berangkat ke tanah suci Makkah, 360 Jamaah Calon Haji (JCH) di peusijuk (tepung tawar) di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Senin (27/4) pagi.
Peusijuk kepada perwakilan JCH untuk wilayah tengah diwakili Tgk Ahmad Maulana, wilayah barat Nurdin Arifin, wilayah timur Azmi Yusuf dilalukan Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa juga Ketua MPU Bireuen, Saifuddin Muhammad SHi MH, Tgk Muhammad Fafiz Ketua Baitul Mal Bireuen, Tgk Ismuhar, SAg, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Peusangan juga selaku penceramah.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana juga selaku Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, M.Kes mengatakan, jumlah JCH Bireuen tahun ini 360 orang. Akan berangkat ke tanah suci dengan dua kloter yaitu kloter 5 BTJ Aceh 158 Jamaah, Kloter 8 BTJ Aceh 212 jamaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dalam acara dihadiri Forkopimda dan pejabat terkait mengatakan, semua jamaah calon haji ini telah menyelesaikan rangkaian manasik haji, baik tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten, sesuai dengan jadwal dan ketentuan telah ditetapkan oleh panitia.
“Hari kita melaksanakan prosesi tepung tawar yang lazim kita sebut peusijuk, ini merupakan salah satu tradisi luhur masyarakat Aceh yang masih terus dipertahankan hingga saat ini,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis turut menyampaikan beberapa pesan kepada para jamaah calon haji yaitu pertama agar menjaga kesehatan sebelum berangkat. Kedua, manajemen obat bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu untuk memastikan stok obat-obatan pribadi mencukupi dan dibawa dalam tas kabin (bukan bagasi besar-red).
Ketiga, istirahat cukup. Bupati juga mengimbau kepada para jamaah agar tidak terlalu memaksakan diri dalam kegiatan sosial/syukuran yang terlalu padat menjelang hari keberangkatan supaya tidak drop kondisi tubuh saat hari H atau berangkat nanti, pesannya. (Rahmat Hidayat).






