MaTA Kecam Aksi Lembaga KPK

- Publisher

Senin, 6 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Merebaknya isu penangkapan tiga oknum Lembaga KPK, oleh Ketua DPC APDESI Kabupaten Bireuen mendapat apresiasi berbagai kalangan di Aceh. Pihak kepolisian yang kini lagi fokus menangani kasus itu diharapkan dapat fokus menuntaskan persoalan tersebut, sehingga peristiwa serupa tidak terulangi kembali dimasa mendatang.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian kepada media ini menyampaikan penghargaan tinggi, atas inisiatif Ketua APDESI Bireuen yang telah mengamankan tiga oknum LSM KPK itu. Dia mengaku, tindakan berani pimpinan organisasi perangkat desa ini, dinilai sebagai klimaks dari keresahan yang dirasakan pemerintah gampong, akibat ulah segelintir orang yang mengaku-ngaku sebagai aktifis. Namun, perbuatannya malah membebankan masyarakat.

Menurut dia, seharusnya aktifis LSM yang membangun gerakan membantu publik, tidak membebankan masyarakat atau meminta sesuatu demi kepentingan pribadi, maupun kelompoknya,”Kami berharap, jika masih ada perangkat desa yang pernah menjadi sasaran Lembaga KPK ini, agar segera melapor ke polisi,” ujarnya.

Ditandaskannya, kelakuan pegiat LSM yang mencari keuntungan pribadi, tidak terlepas dari persoalan mentalitas dan moralitas yang kurang baik. Sehingga, kondisi ini perlu dihentikan serta ditindak tegas, supaya tidak tumbuh semakin subur dan berkembang biak. Karena sangat mengganggu masyarakat luas.

Alfian mengapresiasi respon aparat kepolisian, yang sudah menindaklanjuti kejadian itu. Dia meminta, tim penyidik Polres Bireuen terus mengusut tindakan oknum yang mengaku Lembaga KPK itu. Supaya perbuatan mereka tidak menodai kredibilitas para aktifis, serta LSM yang konsern dan fokus dalam membantu komunitas masyarakat.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, sebelum diamankan tadi malam, ternyata ketiga oknum Lembaga KPK itu sempat memintai uang sebesar Rp 1 juta, dari Sekdes Peuraden Kecamatan Juli, M Samsul Bahri (35).

“Tadi malam saya memberikan uang itu sekitar pukul 20.00 wib, mereka meminta uang biar desa kami bisa aman. Mereka mengancam, apabila tidak diberikan maka desa kami tak akan aman,” jelas Samsul Bahri via seluler seraya mengaku sedang menuju ke Mapolres Bireuen, guna dimintai keterangan oleh penyidik.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu
Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen
Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada
Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah
Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi
Si Weuk, Pembunuh Berdarah Dingin Diseret Ke Meja Hijau
Hakim “Kembalikan” Harta Ratu Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu

Selasa, 28 April 2026 - 17:06 WIB

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 20:00 WIB

Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah

Rabu, 15 April 2026 - 19:43 WIB

Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali

Berita Terbaru