BIREUEN|METRO ACEH – Guna melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Waled Di Meuredu atau Tgk Ibrahim Bin Itam (Waled Ibrahim-red) resmi menjabat sebagai Pimpinan Dayah Darul Falah, di Gampong Meunasah Tunong Lueng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, di kompleks dayah setempat, Senin (24/8) pagi.
Pengukuhan Waled Ibrahim itu dilakukan oleh Waled Gampong Gajah Tgk H Abdul Hadi MA dan dihadiri Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, Kapolres AKBP Yulhendri SH SIK MIK, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Dikdik Sukayat, SIP MIP, Danyonif 113/Jaya Sakti, Letkol Inf Agus Susanto, S.Sos, Abiya Kuta Krueng Dr Abiya H Anwar, SPd.I MM dan tokoh agama, tamu dan undangan.
Juga Abu Tanjong Bungong, Tgk H Abdullah Bin Ibrahim, Abu Di Idi, Abi Zainal Abidin, Abati Darul Falah, Tgk H Bukhari Bin Ibrahim, Waled Gampong Gajah
Tgk H Abdul Hadi MA selaku tokoh agama yang melakukan proses peusijuk atau tepung tawar pimpinan baru Dayah Darul Falah tersebut.
Ketua Panitia, Tgk Ibrahim dalam kesempatan itu berharap dengan kepemimpinan Waled Di Meuredu atau Waled Ibrahim, dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dayah dan mampu melahirkan para alim ulama yang bermamfaat bagi agama maupun negara.
“Semoga dengan pengukuhan pimpinan yang baru, dayah telah berdiri sejak tahun 1964 dan sudah melahirkan puluhan ribu tokoh agama ini, dapat terus melahirkan generasi mencintai literasi Alquran,” ungkapnya.
Waled Gampong Gajah, Tgk H Abdul Hadi MA memberikan apresiasi kepada Bupati dan Forkopimda hadir langsung pada kegiatan ini kami juga mengucapkan terima kasih, ujarnya.
Waled juga berterima kasih kepada Pemkab Bireuen tahun 2026 ini telah dianggarkan Rp 2.5 milyar dari sumber APBK untuk membangun jembatan beton di jalan utama gampong dekat dayah.
“Kami mengharapkan kepada Bupati Bireuen juga dapat mendukung adanya dana untuk guru pengajian dan dukungan untuk kelanjutan dayah telah melahirkan banyak alumni ini,” ungkapnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutan mengucapkan selamat kepada Waled Ibrahim
yang telah dikukuhkan sebagai Pimpinan Dayah Darul Falah Jeunieb.
Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, mampu meneruskan perjuangan dan tradisi kellmuan yang telah diwariskan ulama terdahulu, khususnya perjuangan Abu H Abdusshamad bin Tgk. Mudajini atau Abu Di Lheue, sebagai tokoh penting dalam sejarah Dayah Darul Falah.
Saya juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Tgk Hj Ummi Latifah Binti Ismail telah melanjutkan kepemimpinan Dayah Darul Falah sejak tahun 2004 hingga 2025. Semoga seluruh pengabdian beliau menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT.
“Kepada Waled Ibrahim, saya berharap Dayah Darul Falah terus menjadi pusat pendidikan Islam, pembentukan akhlak dan pembinaan generasi muda. Pemkab Bireuen akan terus membangun sinergi dengan para ulama dan pimpinan dayah dalam mewujudkan masyarakat Bireuen yang islami, berilmu dan berakhlak.
Pesan saya kepada para santri, hormati guru, muliakan orang tua, bersungguh-suhgguhlah menuntut ilmu, jagalah nama baik dayah. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (Rahmat Hidayat)






