BIREUEN|METRO ACEH-Setelah 25 hari para penyintas banjir mengungsi ke Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, akhirnya sejumlah warga yang tersisa meninggalkan lokasi ini, Minggu (5/4) dini hari.
Para pengungsi yang menggelar aksi protes, dengan menduduki halaman Kantor Bupati Bireuen itu, bersedia membongkar tenda dan kembali ke gampong masing-masing, berkat negosiasi Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra SH yang menjamin harapan korban banjir untuk mendapatkan hak mereka dapat terpenuhi.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, diskusi dan negosiasi antara pengungsi dengan Edi Saputra berlangsung alot, sejak Sabtu malam hingga dini hari usai tercapai kesepakatan, akhirnya pengungsi ini bersedia secara sukarela membongkar tenda lalu meninggalkan halaman kantor bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, setelah kami berdiskusi dari hati ke hati, saudara-saudara kita ini akhirnya berkenan kembali ke desanya,” ungkap Edi.
Menurut tokoh pengusaha muda yang lebih akrab disapa Edi Obama ini, kehadirannya selaku pegiat kemanusiaan telah membuka ruang diskusi, melalui komunikasi intensif untuk memastikan hak-hak korban banjir itu tidak terabaikan selama menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Pertemuan tersebut mengakomodir harapan penyintas banjir, diantaranya kepastian untuk penyaluran dana tunggu hunian (DTH), pembangunan Huntap oleh Pemerintah Pusat segera dimulai, serta pendataan ulang bagi warga yang sebelumnya berstatus Tidak Memenuhi Kriteria (TMK) dengan pendataan objektif guna memastikan seluruh korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, benar-benar mendapatkan haknya secara layak.
Mengingat kondisi pengungsi ini, sulit untuk mendapatkan hunian selama menunggu pembangunan Huntap yang butuh waktu relatif lama, Edi Obama berinisiatif menjamin tempat tinggal sementara, agar mengakhiri penderitaan mereka yang selama ini di atas tanah beralas terpal.
“Kami sepakat tidak boleh lagi ada saudara kita yang kedinginan di dalam tenda saat malam, ataupun kepanasan di siang hari. Jadi kami juga memastikan mereka akan menempati rumah yang layak,” jelasnya.
Langkah taktis ini, disambut tangis haru dan syukur oleh para pengungsi. Koordinator Korban Banjir, M. Amin menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ketua PMI Bireuen yang bersedia mendampingi warga hingga larut malam.
Keuchik Kapa, Evendi, S.Pd., M.Pd menilai keterlibatan aktif Edi Obama sebagai wujud kepedulian nyata sosok aktivis kemanusiaan di Kabupaten Bireuen, “Beliau ini tidak hanya melihat, tapi benar-benar mengawal hak warga bahkan sampai dini hari ini masih mau bersama. Dengan adanya tempat bernaung yang lebih nyaman, beban batin warga kami akhirnya teratasi juga,” ujanya.
Kini, dengan semangat gotong-royong, seluruh tenda telah dibongkar dan halaman kantor bupati juga sudah bersih. Para korban banjir tak lagi mengungsi di tempat terbuka, melainkan berpindah ke lokasi yang lebih baik dan terlindungi untuk menatap masa depan, sembari menunggu hunian permanen selesai dikerjakan. (Ed)






