BIREUEN|METRO ACEH-Daarut Tauhid Peduli bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, mulai membangun 45 unit hunian tetap (Huntap) bagi korban Hidrometereologi di Dusun Matang Pasi Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka.
Pembangunan 45 unit rumah panggung tetap (Runtap) bantuan DT Peduli ini, ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Bireuen, diwakili Asisten I Pemerintahan Mulyadi SH MM serta Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, Kamis (12/3) sore di lokasi.
Rumah panggung dibangun di lahan warga, seluas 6 X 6 meter dan tinggi 2 meter, akan selesai dalam enam bulan dengan estimasi biaya Rp 50 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jajang Nurjaman yang ditanyai media ini mengaku, pihaknya membangun 243 unit Runtap bagi masyarakat korban banjir di Aceh. Selain 45 unit di Bireuen, 198 unit lagi di Aceh Tamiang,”Insya Allah pembangunan rumah ini, selesai dalam enam bulan dengan proses dua tahap,” jelasnya.
Menurut Jajang, rumah ini memiliki dua kamar dan ruang tamu, dapur untuk MCK dibangun secara komunal disekitar kompleks perumahan itu.”Dengan dibangun rumah ini, kita harapkan dapat membantu warga yang terdampak bencana banjir ini, untuk membangun kembali kehidupan lebih baik lagi dan rumah yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Rumah rumah bantuan ini sebutnya, memiliki konsep tahan bencana gempa dan banjir. Jika selesai nantinya, lebih aman serta ada tempat berlindung ditempat tinggi. Harapannya juga rumah dalam satu kawasan terintegrasi, dan setelah dibangun nantinya ada program pemberdayaan ekonomi dan pengetahuan nelayan, sesuai rencana Dusun Matang Pasi dekat pantai ini di tata menjadi desa wisata.
“Jadi nanti kita akan membuat desa wisata disini dan akan mengundang banyak pengunjung ke sini sebagai program jangka panjang DT Peduli” ungkapnya.
Bupati Bireuen, H Mukhlis SH diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH MM dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemkab Bireuen, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DT Peduli.
Selain itu, seluruh pihak yang telah berisiatif dan berkontribusi dalam pembangunan rumah tetap bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, khususnya Gampong Alue Kuta dan Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka.
“Kami berharap proses pembangunan rumah tetap ini dapat berjalan lancar, aman, selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh korban bencana yang membutuhkan. Semoga rumah dibangun menjadi tempat tinggal yang membawa ketenangan, keberkahan, kehidupan yang lebih baik bagi penghuninya,” ujarnya.
Kemudian kepada penerima dan masyarakat setempat, Mulyadi mengajak untuk terus menjaga kebersamaan, saling membantu, dan mendukung setiap program yang bertujuan untuk kemaslahatan bersama.(Rahmat Hidayat).






