Suspect Corona, Satu Warga Bireuen Meninggal Dunia

- Administrator

Selasa, 14 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Seorang warga Jangka, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSCM Jakarta beberapa hari lalu, diduga akibat terjangkiti virus corona. Guna menghindari penyebaran wabah penyakit ini, Pemprov DKI telah memakamkan jenazahnya sesuai SOP.

Sementara istri dan anak korban ini, sejak Minggu (11/4) mulai menjalani isolasi di pusat karantina Cot Batee Gluengku, Kecamatan Pandrah dengan status sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, sebelum meninggal dunia korban covid-19 ini, dikabarkan berobat ke Jakarta karena menderita kanker tiroid (gondok). Namun setelah beberapa waktu menjalani perawatan, akhirnya meninggal dunia. Saat dilakukan pemeriksaan, diketahui terjangkiti wabah virus corona. Kedua ODP berinisial MY dan MN, kini dalam penanganan tim medis pusat karantina itu.

Jubir Covid-19 Kabupaten Bireuen, Husaini SH MH yang dikonfirmasi media ini tadi siang menjelaskan, pihaknya belum memperoleh keterangan resmi terkait kasus ini. Namun, berdasarkan informasi sesuai riwayat perjalanan pasien asal Jangka itu, diketahui bahwa semula mengalami sakit gondok tiroid.

Menurut Husaini, sejak 9 Desember lalu pasien itu, menjalani pengobatan di RSUDZA Banda Aceh. Kemudian, pada 19 Januari 2020 dirujuk ke RSCM Jakarta. Kemudian, 31 Maret 2020 dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

“Prosesi pemakaman jenazah semuanya diurus oleh Pemprov DKI Jakarta, karena tidak diperbolehkan dibawa pulang ke Aceh,” jelas Husaini.

Menurut dia, pihaknya belum mendapat konfirmasi terkait kebenaran almarhum positif virus corona. Namun, demi kebaikan bersama dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, istri dan anaknya yang sempat mendampingi saat perawatan, kini menjalani karantina di Batee Gluengku.

“Alhamdulillah, sesuai hasil tes keduanya dinyatakan negatif. Namun, masih harus menjalani masa karantina selama 14 hari,” sebutnya.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Staf Puskesmas Juli Respon Pemberitaan Dugaan Pungli
Jatmiko Dilantik Jadi Kapolres Bireuen
Tujuh Pemain Higgs Domino Dicambuk
Kadis dan Sekwan Kota Sabang Jadi Tersangka Korupsi
Sebelum Dihabisi, Korban Nyabu Dengan Pelaku
Terobos Banjir, Darwati A Gani Salurkan Bantuan ke Pirak Timu
Jaksa Musnahkan Empat Senjata Api
Hentikan Perkara Hukum, Jaksa Gunakan Restoratif Justice

Berita Terkait

Rabu, 8 November 2023 - 13:57 WIB

Staf Puskesmas Juli Respon Pemberitaan Dugaan Pungli

Rabu, 12 Juli 2023 - 19:04 WIB

Jatmiko Dilantik Jadi Kapolres Bireuen

Selasa, 6 Desember 2022 - 21:25 WIB

Tujuh Pemain Higgs Domino Dicambuk

Selasa, 6 Desember 2022 - 21:23 WIB

Kadis dan Sekwan Kota Sabang Jadi Tersangka Korupsi

Kamis, 5 Mei 2022 - 17:44 WIB

Sebelum Dihabisi, Korban Nyabu Dengan Pelaku

Selasa, 4 Januari 2022 - 23:23 WIB

Terobos Banjir, Darwati A Gani Salurkan Bantuan ke Pirak Timu

Rabu, 22 Desember 2021 - 19:07 WIB

Jaksa Musnahkan Empat Senjata Api

Senin, 13 Desember 2021 - 19:07 WIB

Hentikan Perkara Hukum, Jaksa Gunakan Restoratif Justice

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB