Sample Organ Gajah Ditangani Tim Labfor Mabes Polri

- Administrator

Sabtu, 5 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otopsi : Tim Kesehatan BKSDA Aceh saat melakukan otopsi mengambil sampe organ dalam gajah Bongkok mati untuk pemeriksaan laboratorium forensik, Jumat (28/12) lalu.

Otopsi : Tim Kesehatan BKSDA Aceh saat melakukan otopsi mengambil sampe organ dalam gajah Bongkok mati untuk pemeriksaan laboratorium forensik, Jumat (28/12) lalu.

BIREUEN|METRO ACEH-Untuk menguak dan mengungkap misteri kematian si Bongkok, gajah liar yang ditemukan mati tanpa kedua gadingnya di tepian sungai Berawang Alu Batee Plah, kawasan Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli akhir Desember lalu. BKSDA Aceh dan aparat kepolisian, terus berupaya menjawab teka-teki ini.

Termasuk, fokus melakukan memproses penyelidikan penyebab kematian hewan langka ini, dengan membawa sampel organ gajah itu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, di Jakarta.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, saat ditanyai awak media ini, Sabtu (5/1) sore, terkait pemeriksaan tersebut. Menuturkan, untuk mengetahui sebab kematian gajah berumur 40 tahun lebih itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses penyelidikannya ditangani oleh pihak kepolisian, kami terus berkoordinasi agar persoalan ini dapat diketahui dalam waktu dekat. Sekarang sampel organ gajah, sudah tiba di Labfor Mabes Polri,” jelas Sapto Aji.

Sementara itu, Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan, Suhaimi Hamid meminta pemerintah pusat maupun pemerimtah Aceh, segera melahirkan aturan terkait koridor satwa. Menurut dia, hal ini sangat urgen dan mendesak.

“Mengingat, di seluruh kawasan ada satwa dengan terjadi prekmentasi lahan sawit, maka banyak hal yang berpeluang terjadi. Jika tak disikapi, dikhawatirkan satwa akan habis mati satu persatu tanpa bisa dilindungi,” sebut Suhaimi yang akrab disapa Abu Suhai.

Menanggapi persoalan itu, Kepala BKSDA menerangkan, untuk koridornya kini lagi dibahas di Bappeda. Sehingga masalah itu perlu mendapat dukungan. Konon lagi, gajah selalu melintasi jalur di tiga wilayah. Diantaranya Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, tentunya harus ada komitmen dari ke tiga pemerintahan daerah.

“Jalur koridor gajah sebagian di kawasan hutan, sebagian ada di luar. Itu dari hasil GPS Collar yang pernah kita pasang disana,” terang Sapto Aji Prabowo kepada Metro Aceh.(Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Satlantas Polres Bireuen dan BPJS Sosialisasi Kepesertaan JKN Bagi Pemohon SIM
Danrem Hadiri HUT Bhayangkara di Tanah Kelahiran
H Mukhlis Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKI Bireuen di Malaysia
H Mukhlis Sembelih Sejumlah Hewan Qurban
Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama
Kapal Expres Bahari Layani Mudik Gratis
MTC Ina Bireuen Salurkan Bantuan Ke Panti Asuhan
Safari Ramadhan, H Mukhlis Salurkan Bantuan

Berita Terkait

Senin, 1 Juli 2024 - 23:56 WIB

Satlantas Polres Bireuen dan BPJS Sosialisasi Kepesertaan JKN Bagi Pemohon SIM

Jumat, 28 Juni 2024 - 20:35 WIB

H Mukhlis Fasilitasi Pemulangan Jenazah TKI Bireuen di Malaysia

Senin, 17 Juni 2024 - 18:28 WIB

H Mukhlis Sembelih Sejumlah Hewan Qurban

Sabtu, 6 April 2024 - 23:00 WIB

Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:56 WIB

Kapal Expres Bahari Layani Mudik Gratis

Berita Terbaru

Tersangka AZ, Sekdes salah satu gampong di Peusangan, saat di ruang identifikasi Satres Narkoba Polres Bireuen

HUKUM & KRIMINAL

Sekdes Jadi Pengedar Sabu

Rabu, 17 Jul 2024 - 12:24 WIB

Sejumlah tokoh memberi dukungan kepada H Mukhlis ST sebagai calon Bupati Bireuen 2024-2029

POLITIK

Tokoh Bireuen Siap Dukung H Mukhlis

Minggu, 14 Jul 2024 - 00:56 WIB

PERISTIWA

Wartawan Karo Diduga Dibakar Oknum Aparat

Selasa, 2 Jul 2024 - 14:09 WIB