Peringatan Hari Buruh Ricuh, Jurnalis Bandung Dianiaya Polisi

- Admin

Rabu, 1 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG|METRO ACEH-Tindak kekerasan terhadap insan pers kembali terjadi. Kali ini, dua jurnalis dilaporkan menjadi korban penganiayaan berat oleh aparat kepolisian Polrestabes Bandung, saat meliput aksi peringatan hari buruh internasional (May Day) di kawasan Gedung Sate Bandung, Rabu (1/5).

Informasi yang diperoleh Metro Aceh, aksi turun ke jalan para buruh hari ini pada beberapa lokasi dikabarkan ricuh dan dihadang petugas. Seperti yang terjadi di bundaran HI Jakarta, serta beberapa wilayah lain di tanah air. Meski berlangsung damai, namun akibat aksi itu dihalangi petugas, sehingga timbul kericuhan dan bentrok fisik antara polisi dengan demonstran.

Dalam siaran pers AJI Kota Bandung yang diperoleh media ini menyebutkan, dua jurnalis foto di kota kembang yang dianiaya polisi yakni Iqbal Kusumadireza (Rezza) dan Prima Mulia. Kedua juru warta foto itu, sedang meliput kegiatan massa buruh memperingati May Day.

Ketua AJI Bandung, Ari Syahril Ramadhan menjelaskan, kronologi kejadian ini bermula ketika keduanya melihat ada keributan, antara polisi dengan massa berpakaian hitam. Saat itu, petugas berseragam coklat terlihat memukuli sejumlah demonstran. Lantas, Rezza dan Prima membidikkan kamera untuk mengabadikan gambar peristiwa tersebut.

Namun, ketika mereka hendak pindah posisi guna mengambil sudut yang lebih jelas, tiba-tiba muncul petugas secara spontan memiting tangan Rezza. Lalu, personil yang diduga tim Prabu Polrestabes Bandung itu, membentak seraya menanyakan “Dari Mana Kamu?” dan dijawab sambil memperlihatkan ID Card (kartu pers-red).

“Ironis, bukannya menghentikan tindakan kekerasan karena sudah tahu itu jurnalis. Malahan, polisi tersebut merampas kamera yang dipegang Rezza, sambil menginjak lutut dan tulang kering rekan kami ini berulang-ulang. Kemudian, foto dalam kamera dihapus oleh oknum itu,” ungkap Ari Syahril Ramadhan.

Menurut keterangan Rezza sebut Ari, juru foto media ini sempat ditendang berulang kali, karena mempertahankan kamera yang akhirnya berhasil direbut polisi kejam itu. Sehingga, selain gambar yang berhasil diabadikan dihilangkan, Rezza juga menderita luka memar akibat perlakuan kasar aparat kepolisian tersebut.

Sedangkan Prima Mulia, mengalami hal yang sama. Hanya saja tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang oknum tersebut, serta diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

Atas peristiwa itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung mengecam kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, kepada dua jurnalis ini yang menjalankan tugas dilindungi UU Pers. Seharusnya personil Polri tersebut dapat menghormati profesi jurnalis, karena telah diatur sesuai ketentuan perundang-undangan. Apalagi, kedua korban perlakuan kasar ini sudah memperlihatkan identitasnya sebagai insan pers.

“Kami mengecam keras tindakan brutal aparat kepolisian ini, karena sesuai pasal 18 Undang-undang Pers, disebutkan bahwa seorang wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik dilarang dihambat atau dihalangi oleh pihak manapun. Ancaman pidananya paling lama dua tahun,” jelas Ari melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini tadi siang.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah
Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya
Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk
124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada
MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak
Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen
Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ketua LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:38 WIB

124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka

Berita Terbaru

Rektor UNIKI Bireuen, Dr Zainuddin Iba, SE.,MM melepas mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 ke Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/10).

NANGGROE

Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian Aksara di Aceh Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Barang bukti mobil tangki sudah dimodifikasi dan jeriken berisi BBM subsidi diamankan tim Satreskrim Polres Bireuen, Selasa (20/10).

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:02 WIB

HUKUM & KRIMINAL

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:01 WIB

PENDIDIKAN

MIN 14 Bireuen Santuni 43 Anak Yatim dalam Peringatan Maulid

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:30 WIB

PERISTIWA

CRV dan Tronton Ringsek Tabrakan, Tiga Korban Terluka

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:11 WIB