BIREUEN|METRO ACEH-Mencuatnya berita miring yang dihembuskan Haji Ruslan Daud (HRD), anggota Komisi V DPR RI tentang isu-isu lokal di Bireuen yang terkesan tendensius dan membingungkan publik. Politisi PKB itu, diharapkan dapat menjaga persatuan serta tidak lagi menimbulkan kegaduhan dengan pernyataan kontroversial.
Hal itu, diungkap oleh Ketua Komisi 3 DPRK Bireuen, Fadhli S.Pd kepada awak media ini, Selasa (21/10) menyikapi maraknya berita-berita negatif yang menyudutkan pemerintah daerah, melalui statemen HRD di berbagai media massa lokal sejak akhir pekan lalu.
Menurutnya, HRD selaku representasi rakyat di parlemen pusat, seharusnya mendukung pembangunan di Kabupaten Bireuen, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan sarana infrastruktur masyarakat dengan kapasitasnya, serta hubungan antar lembaga di Kementrian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita berharap, beliau (HRD) bersedia untuk mendukung pemerintah Kabupaten Bireuen, dalam melaksanakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, jangan ada lagi upaya menciptakan kontroversi, seolah-olah Bupati dan jajarannya selama ini hanya diam tidak bekerja,” ungkap Fadhli.
Politisi Partai Nasdem ini menambahkan, pernyataan HRD yang tidak bisa membawa pulang program nasional akibat kendala DED, dinilai tak relevan. Karena pemerintah daerah butuh waktu dan anggaran, untuk membuat Detail Enginering Desain (DED). Sehingga, jika belum ada kepastian turunnya sebuah program, maka DED akan sia-sia semata dan dalam kurun waktu dua tahun tak terealisasi, akan berpotensi menjadi temuan BPK RI.
Sebagai salah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Bireuen, Fadhli mengaku sudah menghubungi Dinas PUPR untuk mengkonfirmasi terkait persoalan DED jalan dan jembatan yang kini dibutuhkan,”Ternyata mereka sudah ada dan telah diproses sejak beberapa bulan lalu,” jelasnya.
Fadhli menandaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kadis PUPR Bireuen, saat ini hanya DED proyek pengembangan Paya Santewan TA 2026 yang masih terkendala, akibat diberitahukan pada 15 September lalu sehingga waktunya sudah terlambat.
“Kami siap mendukung HRD, apabila beliau benar-benar punya keinginan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk sama-sama kita membangun daerah dan mewujudkan cita-cita mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.
Pada bagian akhir, Fadhli juga berharap agar HRD membangun komunikasi dengan Bupati Bireuen, serta siap mendorong pemerintah daerah, untuk mempersiapkan apapun syarat dan kebutuhan adminstrasi pendukung guna mewujudkan program-program tersebut.(Bahrul)






