Diduga Siksa Anak Tiri, Istri Hakim Dilapor Polisi

- Admin

Sabtu, 11 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Dugaan perlakuan buruk ibu yang tega menyiksa tiga anak tiri, akhirnya kembali berlabuh ke ranah hukum. Setelah ibu kandungnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bireuen, Sabtu (11/1) sore.

Informasi yang dihimpun Metro Aceh menyebutkan, akibat tak terima anak kandungnya disiksa dan terus dianiaya, membuat Welly Wisiska S.Pd binti Ahmad Rahim (36) warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara melapor tindak penganiayaan anak ini ke polisi. Sesuai laporan polisi nomor : LP.B/02/I/Res.1.6.2020/RES BIREUEN tanggal 11 Januari 2020.

Surat Laporan Polisi atas dugaan penyiksaan anak oleh istri Hakim Mahkamah Syari’ah Bireuen

Kisah trio bocah malang itu, mirip cerita Bawang Merah dan Bawang Putih yang pernah ada dalam dongeng anak-anak. Namun, ternyata kekejaman ibu tiri ini benar-benar terjadi pada kehidupan nyata di sekitar kita. Betapa tidak, satu dari gadis cilik itu yakni ATH (9), diceritakan mengalami perlakuan buruk mirip kisah dongeng tersebut.

Siswa kelas IV SDN 4 Jeumpa itu saat ditemui awak media ini mengaku, selain sering disiksa serta jarang diberi makan, dia setiap pagi disuruh mencuci pakaian dan memasak untuk sarapan. Sedangkan dua adik kandungnya yang kembar berinisial DA dan DS (5), sering juga dipukuli oleh ibu tiri serta saudara tirinya.

Suasana haru saat melepas kepergian ATH gadis cilik yang diduga jadi korban penyiksaan ibu tiri, saat berpisah di rumah keuchik, Sabtu (11/1) petang.

Pengakuan gadis cilik ini yang terlihat masih diliputi trauma, bercampur rasa bahagia karena bertemu kembali dengan ibu kandungnya, nyaris serupa seperti kesaksian warga komplek PU yang mengaku, setiap pagi buta melihat ATH menjemur pakaian di pagar rumah. Lalu, berjalan kaki menuju sekolah yang cukup jauh, melintasi jalan negara.

Berdasarkan penuturan Welly Wisiska, usai melaporkan peristiwa itu dia membawa ATH ke UGD RSU dr Fauziah Bireuen, guna divisum. Dia berharap, persoalan itu dapat ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian,”Alhamdulillah kami mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat Glumpang Payong, mereka sangat prihatin dan mendukung penuh langkah kami membawa masalah ini ke ranah hukum,” sebutnya.

ATH (9) yang diduga jadi korban penganiayaan ibu tiri, divisum di UGD RSU dr Fauziah Bireuen.

Pantauan awak media ini tadi sore di rumah keuchik desa itu, sejumlah ibu-ibu dan tetangga yang selama ini cukup peduli, serta sangat sayang kepada ATH. Terlihat menangis haru, saat rombongan yang membawa bocah malang itu akan berangkat ke Banda Aceh. Para ibu-ibu juga memeluk erat gadis ini, sebelum meninggalkan desa mereka.

“Kami selalu mendoakan semoga Echi bisa hidup bahagia, bersama ibu kandungnya dan melupakan semua pengalaman buruk selama berada di kampung ini,” ujar salah seorang wanita paruh baya sembari meneteskan air mata.

Sejumlah petugas medis di UGD RSU dr Fauziah Bireuen, saat ditemui mengaku pihaknya menemukan beberapa bekas memar di kaki ATH, serta bekas cakaran di bagian wajah. Selain itu, saat mereka melakukan visum juga diketahui bahwa gadis cilik itu, mengalami gangguan psikis. Beberapa diantara mereka, telah mendengar cerita dari mulut ke mulut tentang kejadian tersebut.

“Saya pernah mendengar cerita tentang ibu yang menyiksa anak tirinya, tapi baru hari ini kami melihat sendiri anak itu saat divisum,” sebut sumber paramedis yang tak mau ditulis nama.(Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi
Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih
Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen
Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika
Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo
Siswa SMP Sukma Jadi Korban Bully Orang Tua Lapor Polisi
Satresnarkoba Ringkus Enam Pengedar Sabu
Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Satreskrim Amankan Satu Pelaku dan Dua Mobil Tangki Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Satreskrim Bekuk Mantan Supir Pribadi Kuras Saldo Majikan 585 Juta Lebih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Bunda Literasi Lima Kabupaten Antusias Hadiri Pekan Literasi Daerah di Dispusip Bireuen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kapolres bersama Wabup dan Forkopimda Musnahkan 29.845,92 Gram Narkotika

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan PK, Amry Pelawi Dibebaskan Dari Dakwaan Kasus Pembuatan Profil Desa dan Website di Karo

Berita Terbaru

NANGGROE

PKU Berakhir, 34 Kader Ulama Bireuen Siap Mengabdi untuk Umat

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:54 WIB

BPBD Bireuen gelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Daerah Rawan Bencana yang berlangsung tdi Aula BPBD, Rabu (21/10).

NANGGROE

BPBD Gelar Sosialisasi KIE Daerah Rawan Bencana

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:23 WIB

DPKP Bireuen Bulog menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah dihalaman Kantor Camat Kecamatan Kota Juang, Kamis (22/10) pagi.

NANGGROE

DPKP Bireuen dan Bulog Gelar Pangan Murah Harga Terjangkau

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:22 WIB