BIREUEN|METRO ACEH – Sering terjadi buka tutup Jembatan Baeley Krueng Tingkeum Kutablang karena ada maintenace. Tidak saja menjadi keluhan masyarakat, tapi juga menjadi dilema bagi pihak berwenang, mereka mengharapkan truk barang agar dapat menjaga tonase saat melintas tidak lebih 30 ton.
Harapan itu disampaikan oleh Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Satker Wilayah 1, Fachruddin kepada Metro Aceh, Jumat (24/4) sore saat lagi penutupan jembatan karena harus dilakukan perbaikan kerusakan lantai.
Dijelaskan akibat dilindas mobil truk melebihi tonase empat keping lantai jembatan Baeley patah yang diduga akibat sebelumnya dilewati beberapa unit truk Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dari arah Banda Aceh ke Medan diduga muatan lebih 30 ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga untuk memperbaikinya harus ditutup dari pukul 14.00 WIB s.d 17.00 WIB. Bagi pengendara kenderaan roda dua, roda empat maupun truk maksimum 8 ton agar dapat melintas melewati jembatan Baeley Teupin Reudep/Awe Geutah.
“Hari ini jembatan Baeley Krueng Tingkeum Kutablang harus kami tutup lagi karena empat lantai jembatan bailey rusak setelah dilintasi mobil truk CPO lebih dari 30 ton,” ungkapnya melalui telepon seluler.
Fachruddin mengatakan agar kondisi jembatan tetap aman dan tidak lagi sebentar-bentar rusak, kami harapkan kepada pemilik usaha dan angkutan barang juga truk CPO menjaga batas muatan tidak lebih 30 ton sampai jembatan baru selesai dibangun.
Pihaknya berharap dinas terkait dan Polres Bireuen bertindak lebih tegas terhadap truk bermuatan 30 ton lebih.
“Jembatan sering ditutup kami yang dikomplain masyarakat. Sementara kerusakan akibat truk melintas lebih 30 ton,” keluh Fachruddin, berharap kerjasama dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan tetap aman dan lancar dilalui. (Rahmat Hidayat)






