BIREUEN|METRO ACEH -Dari total 68 madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen yang terdampak banjir, ada 16 sekolah negeri sudah menerima bantuan mobiler, ginset, peralatan kebersihan dan bantuan dana bagi sekolah swasta.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Anis S.Ag kepada Metro Aceh, Jumat (27/3) pagi terkait hal itu menjelaskan, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen, 26 November 2025 lalu mengakibatkan 68 sekolah madrasah mulai Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) Negeri maupun swasta terdampak banjir.
Kata Anis dari 68 sekolah telah dilaporkan ke Kementerian Agama. Kini madrasah negeri telah menerima bantuan emergensi berupa mobiler setiap sekolah mendapatkan 60 set, dan juga bantuan mesin ginset, mesin air serta alat-alat kebersihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yaitu MIN 23 Bireuen, MIN 33 Bireuen, MIN 41 Bireuen, MIN 34 Bireuen, MIN 35 Bireuen, MIN 47 Bireuen, MIN 48 Bireuen, MIN 18 Bireuen, MIN 19 Bireuen, MIN 43 Bireuen, MIN 2 Bireuen, MIN 1 Bireuen, MTsN 2 Bireuen, MTsN 1 Bireuen, MAN 5 Bireuen, MAN 7 Bireuen,
Sedangkan enam sekolah madrasah swasta yaitu MIS Cot Keutapang, MIS Abeuk Jaloh, MIS Tanjung Beuridi, MTs Lueng Danun, MAS Kutablang, MAS Makmur yang terdampak banjir telah menerima bantuan dari Kementerian Agama Rp 100 juta.
Dana tersebut langsung dikirim ke rekening sekolah dan diperuntukkan untuk penanganan berbagai kerusakan yang dialami sekolah pasca banjir. “Sekolah Madrasah negeri bantuan diberikan dan bentuk barang, Sekolah swasta berupa dana,” jelasnya
Untuk proses belajar mengajar saat ini sudah berjalan lancar kembali dan kerusakan bangunan sekolah juga akan dilakukan perbaikan nantinya dan telah dilakukan survei kelapangan oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
“Kerusakan bangunan seperti gedung sekolah dan pagar sekolah dilakukan direhab oleh Jasindo dan ditangani hanya kerusakan bangunan sekolah milik pemerintah saja,” terang Kasi Penmad, Anis.
Disamping itu ada juga ada 12 rumah guru madrasah rusak parah diterjang banjir, sebagai penanganan emergency pasca kejadian, Kementerian Agama Bireuen telah membantu sembako dan pembersihan rumah terdampak banjir.
Selanjutnya mengharapkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia juga dapat membantu penanganan kerusakan rumah guru dan pegawai tersebut sehingga bisa kembali menempati rumah layak huni, pungkasnya. (Rahmat Hidayat).






