BIREUEN|METRO ACEH-Tudingan adanya penimbunan barang bantuan di Gudang BPBD Bireuen, merupakan isu hoax untuk menyerang Pemerintah Kabupaten Bireuen, bertujuan meruntuhkan kepercayaan publik dalam upaya penanganan korban banjir di wilayah ini.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bireuen, Doli Mardian kepada awak media saat pertemuan pers di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (14/1) malam, menyikapi maraknya pemberian negatif yang berkembang di media massa dan platform media sosial.
Doli menuturkan, berbagai isu hoax memang kerap dimunculkan oleh oknum tertentu yang ingin memperkeruh suasana, terutama ketika terjadinya bencana. Namun, pihaknya tidak menggubris penyebaran disinformasi yang berniat membentuk opini negatif publik dan mereka terus bekerja, melakukan berbagai upaya penaganan pasca banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akui stok barang bantuan di gudang cukup banyak, tapi semua disalurkan setiap hari ke posko-posko pengungsi, berdasarkan permintaan melaui camat sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Menurut dia, selain terus disalurkan kepada korban banjir, setiap hari bermacam bantuan yang mengalir ke Bireuen masuk ke gudang, seperti sembako dan alat kerja pembersihan. Barang-barang tersebut, selain dari donatur juga kiriman BNPB untuk kebutuhan korban yang mengungsi di gampong-gampong terdampak.
Terkait masih ada peralatan kerja seperti cangkul, gerobak sorong dan berbagai jenis lainnya yang masih berada di gudang, Doli mengaku itu semua stok yang baru masuk pada akhir pekan lalu dan akan disalurkan kepada siapapun yang butuh, untuk upaya pembersihan area terdampak banjir.
“Kami berharap, masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu hoax yang sengaja diciptakan untuk merusak integritas pemerintah daerah yang selama ini sudah totalitas, menangani dampak banjir di Kabupaten Bireuen,” ungkap Doli Mardian, didampingi Plt Sekdakab Bireuen, Hanafiah serta sejumlah pejabat terkait. (Bahrul)






