BIREUEN|METRO ACEH-Setelah 15 jam hilang ditelan ombak, jenazah Firat Altakim (12) akhirnya ditemukan mengapung di laut kawasan Gampong Paku, Kecamatan Jangka, Minggu (31/5) pagi. Penemuan jasad bocah asal Cot Batee, Kecamatan Kuala ini menggemparkan masyarakat yang sejak Sabtu sore mencari korban.
Koordinator Unit Siaga SAR Bireuen, M Rizal kepada Metro Aceh mengatakan dengan ditemukan jenazah korban operasi SAR dihentikan, setelah Minggu (31/5) pagi tim sempat melanjutkan pencarian dari laut. Setelah menerima informasi korban ditemukan tim langsung ke lokasi melalui jalur darat.
Peutuha Tuha Peut Gampong Pante Paku, Bukhari bin Ibrahim (55) kepada Metro Aceh usai serah terima jenazah kepada M Yusuf (50) orang tua korban di meunasah menjelaskan, sesuai adat di gampong setiap ditemukan mayat dalam wilayah Gampong Pante Paku, upaya masyarakat selain membantu proses evakuasi dan melaksanakan fardhu kifayah. “Apabila jenazah telah diketahui identitas kami serahkan kepada keluarga, jika tanpa identitas, kami kebumikan di sini”, ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasca diserahkan kepada pihak keluarga selanjutnya jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Cot Bate menggunakan mobil ambulance Takabeya Peduli untuk dikebumikan di kampung halamannya.
Keuchik Jangka Mesjid, Muslimin mengatakan bahwa sudah menjadi adat juga termasuk di gampongnya jika ditemukan mayat maka dibantu oleh masyarakat untuk fardhu kifayah.
Terkait pencarian korban pasca tenggelam juga terus dilakukan warga Gampong Jangka Mesjid serta anggota Polsek, Koramil dan keluarga dengan melakukan penyisiran dari tepian pantai. Kemudian diperoleh informasi korban ditemukan 1 km lebih arah timur di objek wisata pantai Pante Paku, ujarnya dilokasi.
Penemu mayat Marhaban (50) mantan Keuchik Pante Paku yang ditanyai Metro Aceh menjelaskan awalnya jenazah korban dilihat oleh pengunjung pantai sedang mandi ditepi pantai bersama anaknya.
Lalu warga itu memberitahukan kepada Marhaban dan warga lainnya, sehingga mereka langsung berlarian ke tepian pantai untuk.mengevakuai jenazah korban.
“Saat diberitahu oleh saksi saya langsung lari kepinggir pantai dan melihat jenazah korban sudah mengapung sempat dibawa lagi oleh arus langsung saya pegang di kaki, setelah itu jenazah dibawa ke meunasah untuk difardhu kifayahkan,” ungkapnya.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed.Kom melalui Kapolsek Jangka Ipda Fadhal Akhyar Febrina, SE dikonfirmasi Metro Aceh di Gampong Pante Paku menjelaskan pasca seorang anak itu hilang di wisata pantai Jangka, Sabtu (30/5) sore.
Tim gabungan dari Polsek, Koramil, Basarnas dan masyarakat terus melakukan pencarian sampai Minggu (31/5) pagi’ dan pada pukul 07.30 WIB. Kami menerima informasi dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil bahwa jenazah korban telah ditemukan oleh pengunjung pantai Pante Paku.
Lalu warga itu memberitahukan kepada Marhaban (50) pemilik warung di objek wisata yang langsung mengevakuai korban bersama warga ke Meunasah Pante Paku untuk di fardhu kifayahkan sesuai adat disini.
Kapolsek mengimbau kepada tempat wisata di Kecamatan Jangka untuk keamanan para pengunjung bahwa mengingat saat ini lagi ramai pengunjung masa liburan hari raya Idul Adha otomatis banyak masyarakat datang ke tempat wisata.
“Kami dari Polsek Jangka juga mengimbau kepada masyarakat dan khusus pengelola tempat wisata, agar melakukan langkah pencegahan sebagai upaya antisipasi pengunjung terseret arus dan tenggelam, dengan memasang pamplet imbauan dan petugas harus melakukan pengawasan langsung terhadap pengunjung,” pesan Ipda Fadhal. (Rahmat Hidayat).






