BIREUEN | METRO ACEH – Upaya mengatasi krisis petani ke depan dan menjadi petani modern dari generasi saat ini. Yayasan Swantara Pangan Nusantara (YSPN) bekerjasama dengan Pemkab Bireuen melaksanakan program ketahanan pangan berbasis sekolah di SMPN 3 Juli, di Gampong Beunyoet, Kecamatan Juli, Jumat (19/6) pagi.
Amatan Metro Aceh, dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Ir H Razuardi, MT dan Ketua Umum (Ketum) YSPN Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, SIP serta pejabat terkait dan siswa turut menanam ratusan bibit cabai dan terong dalam polibag.
Juga penyerahan simbolis bibit dan pupuk tanaman kepada perwakilan siswa dan kelompok tani serta bantuan beras 1 ton kepada siswa-siswi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah pilar utama kedaulatan sebuah bangsa. Program diinisiasi oleh YSPN melalui program “Swasembada Pangan Berbasis Sekolah” ini.
Sebuah lompatan inovasi yang luar biasa. Pendidikan bukan hanya tentang membaca buku di dalam kelas, tetapijuga tentang menanam kepedulian terhadap bumi dan masa depan pangan kita sejak usia dini, ujar Wabup membacakan sambutan tertulis Bupati Ir H Mukhlis, ST.
Wabup juga mengapresiasi dan mengucapkan tenma kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh YSPN berupa bantuan benih, pupuk carr, polybag mendukung kreativitas pertanian sekolah serta 1 ton beras yang sangat bermanfaat bagi lingkungan pendidikan
Dalam kesempatan itu juga diinstruksikan kepada Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, para Kepala Sekolah, dan guru. “Saya instruksikan agar bantuan ini dirawat dengan baik. Jadikan area sekolah sebagai laboratorium hidup, tempat anak anak kita belajar berinovasi dan mencintai sektor pangan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketum YSPN Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, SIP mengatakan kedatangan pihaknya ke SMPN 3 Juli untuk mensosialisasikan program telah dicanangkan YSPN yaitu ketahanan pangan berbasis sekolah.
“Yaitu suatu program untuk yang pertama menanamkan kepada siswa-siswi yaitu nilai tanggung jawab, gotong-royong, nilai inovasi. Kedua mengatasi krisis generasi petani ke depan yaitu petani modern yang akan ditangani oleh SDM profesional dan unggul yaitu anak sekolah saat ini,” ungkapnya. (Rahmat Hidayat).






