BIREUEN | METRO ACEH – Hasil keseriusan dalam menempuh pendidikan beberapa tahun dengan penuh tantangan. Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Kabupaten Bireuen, mengukuhkan 34 lulusan sarjana (S1) pada Yudisium Sarjana Angkatan X Tahun Akademik 2025/2026, di Aula Fakultas Teknik Umuslim, Kamis (18/6).
Keterangan yang diperoleh Metro Aceh, pengukuhan para yudisium itu dibuka oleh Mahdi, ST.,MT selaku Ketua Senat Fakultas Teknik, sesuai
Surat Keputusan Yudisium Nomor 187/FT.Umuslim/2026, yang dibacakan Wakil Dekan I, Ir Suhaimi, ST., MT.
Peserta yudisium angkatan X berjumlah 34 lulusan terdiri 31 lulusan Prodi Teknik Sipil dan 3 lulusan Prodi Arsitektur. Dari jumlah tersebut, 1 lulusan meraih predikat cumlaude dan 33 lulusan memperoleh predikat sangat memuaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dekan Fakultas Teknik Umuslim Dr Muhammad Yanis, ST.,MT dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa yudisium merupakan hari istimewa bagi para lulusan karena menjadi penanda resmi penyematan gelar sarjana setelah melalui proses pendidikan yang panjang dan penuh tantangan.
Gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan perjuangan yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan kehidupan, dunia kerja, tuntutan profesional akan hadir setelah para lulusan meninggalkan bangku kuliah.
“Hari ini adalah hari yang istimewa karena saudara resmi menyandang gelar sarjana. Namun besok dan hari-hari berikutnya adalah hari-hari biasa yang akan menghadirkan berbagai ujian, tantangan, dan tuntutan kehidupan. Teruslah belajar, beradaptasi, menjaga integritas dalam setiap langkah,” ujarnya.
Dekan juga menyoroti kondisi dihadapi para lulusan saat ini. Para sarjana Fakultas Teknik lulus pada masa yang tidak mudah, ditandai dengan ketidakpastian ekonomi, persaingan kerja yang semakin ketat, dan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Namun demikian, ia mengajak para lulusan untuk tetap optimis dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
“Semakin berat ujian yang diberikan, semakin besar pula persiapan yang sedang Allah berikan untuk menyambut anugerah yang lebih besar. Kesulitan adalah proses yang akan membentuk pribadi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Dekan menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter. Menurutnya, lulusan teknik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga integritas, etika, dan akhlak yang mulia dalam menjalankan profesinya. (Rahmat Hidayat).






