BIREUEN|METRO ACEH – Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT bertindak sebagai pembina upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung tertib, lancar dan khidmat dihalaman Pendopo Bupati, Rabu (28/10) pagi.
Amatan Metro Aceh, suksesnya pelaksanaan upacara sudah menjadi agenda pemerintah daerah dan diikuti Forkopimda, Kepala SKPK, Camat, ratusan pegawai, Pemuda Pancasila, KNPI, Mahasiswa, pramuka, siswa SD, SMP, SMA sederajat.
Juga tidak terlepas keterlibatan perangkat upacara lainnya yaitu mulai dari perwira upacara Alhalim, S.STP.,MM, pembaca naskah UUD 1945 Machfud Azhari Wakil Ketua KNPI.
Komandan upacara Handi Akbar, pengibar bendera merah putih Rafif Putra Alhaska, M Taufiq, M Ikhsan, pembaca keputusan kongres pemuda indonesia tahun 1928, Abdul Halim, pembaca doa Afifullah dari Kantor Kementerian Agama Bireuen.
Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi, MT dalam sambutannya membaca amanat tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir yang menyampaikan.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, 98 tahun lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Janji yang menyatukan perbedaan. Janji menguatkan perjuangan. Janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa Indonesia.
“Hari ini, semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” ujar Erick Thohir.
Dikatakan juga bahwa kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah.
Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dari kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata.
Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya. Yang tidak berpaling ketika melihat rakyatnya membutuhkan pertolongan.
Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Anak-anakku, para pemuda Indonesia, bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati, harapnya.
Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama, tutup Menpora RI. (Rahmat Hidayat)






