BIREUEN|METRO ACEH – Usulan pembangunan empat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diusulkan Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST sudah direalisasi pemerintah dan proses pekerjaan telah dimulai.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Bireuen, Ir M Jafar MM kepada wartawan, Rabu (28/10) terkait program dimaksud.
Dijelaskan, sebelum dimulai pembangunan sebelumnya telah dilakukan survey oleh tim Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di empat kecamatan lokasi KNMP.
Lokasinya KNMP di Bireuen yaitu di Gampong Lancang, Kecamatan Jeunieb, Gampong Matang Pasi Kecamatan Peudada, Gampong Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Gampong Lapang Barat Kecamatan Gandapura, jelasnya.
KNMP merupakan salah satu program prioritas dari KKP RI yang bertujuan menata dan mentransformasi kawasan pesisir agar lebih modern, produktif, serta terintegrasi dari hulu ke hilir.
Menghubungkan nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan pasar dalam satu titik pusat. Menjaga rantai dingin (cold chain-red) dan nilai tambah hasil tangkapan agar tidak cepat rusak atau dijual murah.
Selain itu juga memberikan pelatihan, kewirausahaan, serta sertifikasi bagi masyarakat pesisir. Program ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya melalui penguatan swasembada pangan, penguatan kelembagaan koperasi.
Pengembangan integrasi hulu hilir dan pembangunan dari desa untuk menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui strategi ekonomi biru Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Terkait dengan fasilitas yang dibangun di KNMP tahap dua ini lebih sederhana dan fasilitas yang dibangun juga terbatas dibandingkan KNMP di Kuala Raja, Kecamatan Kuala.
Walaupun sarana maupun fasilitas terbatas keberadaan KNMP nantinya tetap sebagai bagian meningkatkan ekonomi para nelayan, menghidupkan kawasan itu sebagai sentra bagi nelayan setempat dalam berbagai aktivitas.
Anggaran yang dikucurkan masing-masing KNMP berbeda dari Rp 4.3 miliar s.d Rp 6.3 miliar tergantung fasilitas dan sarana pendukung yang akan dibangun di lokasi itu, terang Kepala DPKP Bireuen. (Rahmat Hidayat)






