BIREUEN|METRO ACEH – Prestasi membanggakan diraih oleh Gampong Meunasah Timu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang sukses menyabet Anugerah Percontohan Desa Antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Keterangan yang diperoleh Metro Aceh, kebahasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, khususnya melalui optimalisasi keterbukaan Informasi publik dan berjalannya peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) desa secara efektif.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Bireuen, M. Zubair, S.H. M.H, Selasa (27/10) kepada awak media ini.
Menurut Zubair, penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubenur Aceh Fadhlullah bersama Wakil Ketum KPK RI Ibnu Basuki Widodo pada Rabu (21/10) lalu, merupakan bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan di tingkat gampong kini semakin matang dan terbuka.
Keterbukaan informasi publik dan berjalannya fungsi PPID di tingkat gampong merupakan salah satu indikator utama dan kunci keberhasilan dalam penilaian desa antikorupsi.
“Gampong Meunasah Timu telah membuktikan, transparansi anggaran, kemudahan akses data bagi masyarakat, serta partisipasi warga dalam pengawasan pembangunan dapat berjalan dengan sangat baik,” ujar Zubair.
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi yang dikelola secara profesional di tingkat gampong mampu meminimalisir celah penyalahgunaan wewenang sekaligus menumbuhkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap aparatur pemerintah desa.
“Dengan berjalannya PPID gampong secara optimal, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait program pembangunan, pengelolaan dana desa, hingga pelayanan publik secara transparan. Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” tambahnya.
Diskominsa Kabupaten Bireuen mengapresiasi kerja keras aparatur Gampong Meunasah Timu serta seluruh masyarakat yang konsisten menjaga integritas dan akuntabilitas.
Pihaknya berharap capaian gemilang ini tidak berhenti sebagai simbol penghargaan semata, melainkan menjadi momentum kebangkitan tata kelola pemerintahan yang bersih di Kabupaten Bireuen.
“Kami berharap Gampong Meunssah Timu dapat menjadi teladan dan mercusuar bagi gampong-gampong-gampong lain di Bireuen maupun di Aceh. Diskominsa Bireuen akan terus memberikan dukungan pengaman literasi digital dan pendampingan pengelolaan informasi publik agar tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa,” pungkas Zubair. (Rahmat Hidayat)






