BIREUEN|METRO ACEH – Raungan suara sirine lima unit mobil pemadam kebakaran. Memecah keheningan malam yang sedang diguyur hujan gerimis menuju kelokasi toko kelontong terbakar, di Dusun Banja Teungoh, Gampong Blang Keutumba, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (28/10) pukul 22.00 WIB.
Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran toko dua pintu milik Munawir (40) itu. Namun korban mengalami kerugian materil mencapai Rp 200 juta lebih karena bangunan toko serta seluruh isinya habis terbakar.
Amatan dan keterangan yang diperoleh Metro Aceh dilokasi. Memperoleh informasi dari warga terjadi kebakaran itu, satu mobil pemadam Pos Pembantu Kecamatan Juli, dua unit mobil pemadam Yonif 113/Jaya Sakti dan dua mobil pemadam pos induk Kota Bireuen, termasuk petugas PLN langsung meluncur cepat ke lokasi.
Tim gabungan dengan sigap berusaha keras memadamkan api yang telah menyala besar. Sekitar 30 menit penanganan kobaran api dapat dipadamkan. Namun bangunan toko semi permanen itu dan seluruh isinya tidak dapat diselamatkan lagi.
Komandan Regu (Danru) B Pemadam Pembantu Kecamatan Juli, Yani ditanyai Metro Aceh mengatakan, awalnya mereka menerima informasi dari warga via telpon seluler ada toko terbakar.
Secepatnya kami langsung ke lokasi kejadian, disusul dua unit pemadam Yonif 113/Jaya Sakti dan juga dua mobil pemadam dari Pos induk Kota Bireuen.
“Untuk penyebab kebakaran toko itu belum diketahui pasti, sampai kami ke lokasi kobaran api sudah menyala besar,” jelas Yani.
Senada dikatakan oleh Keuchik Blang Keutumba, Yusuf (55) yang ditanyai dilokasi bersama anggota BPBD Bireuen mengatakan belum mengetahui pasti sebabnya.
“Penyebab kebakarannya saya belum tahu, tadi ada warga yang menelpon minta bantuan untuk menghubungi pemadam toko milik Munawir sudah terbakar, saat kejadian pemilik toko itu sedang di warung kopi dekat lokasi,” jelas Keuchik.
Korban Munawir didampingi istrinya Ikhwanita (35) serta sejumlah warga mengatakan juga belum mengetahui pasti penyebab tokonya terbakar, warga melihat api muncul dari dalam toko pada bagian timur.
“Saya belum tau apa sebabnya, saat itu kondisi toko sudah saya tutup karena tadi listrik padam, dan saya pergi ke warung kopi. Lalu listrik menyala lagi dan ada berselang 5 menit toko sudah terbakar,” ungkapnya.
Akibat kebakaran itu seluruh isi toko tidak dapat diselamatkan kerugian diperkirakan sekitar Rp 200 juta lebih. Mereka tidak tinggal di toko karena berada di depan rumah utama ditempati bersama istri dan tiga anaknya, ujar Munawir. (Rahmat Hidayat)






