Terdakwa Pencabulan Anak Yatim Divonis Bebas

- Administrator

Selasa, 24 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat dikunjungi tim pendamping dari Pemkab Bireuen, usai mencuatnya peristiwa asusila itu beberapa bulan lalu.

Korban saat dikunjungi tim pendamping dari Pemkab Bireuen, usai mencuatnya peristiwa asusila itu beberapa bulan lalu.

BIREUEN|METRO ACEH-Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Bireuen, memvonis bebas MU (60) terdakwa pencabulan siswi kelas V SD dalam persidangan yang digelar, Selasa (24/9). Korban merupakan anak yatim asal Kecamatan Peudada.

Keputusan hakim ini, dinilai telah mencederai rasa keadilan dan cukup berdampak buruk, terhadap masa depan korban yang diyakini telah dinodai oleh pelaku itu. Padahal, sejak awal peristiwa amoral ini terjadi, masyarakat sangat berharap terduga dihukum seberat-beratnya, karena melakukan perbuatan bejat.

Meski belum memperoleh data resmi terkait putusan kontroversial majelis hakim MS Bireuen itu, namun awak media ini menerima informasi jika MU sudah dibebaskan secara hukum, karena dalih saksi dan alat bukti yang tidak mencukupi sesuai fakta-fakta selama persidangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa sumber media ini menaruh curiga, putusan itu ditengarai beraroma gratifikasi sehingga sangat melukai rasa keadilan, bagi korban dan keluarganya yang notabene dari kalangan warga miskin kawasan pedalaman Kabupaten Bireuen.

Kajari Bireuen, Munawal Hadi SH MH yang dikonfirmasi via seluler mengaku, pihaknya belum menerima salinan putusan perkara ini. Namun, dia telah menerima laporan dari Kasi Pidana Umum, tentang vonis tersebut.

“Besok kami akan meminta salinan putusan ke Mahkamah Syar’iyah, untuk mengetahui pertimbangan majelis hakim memvonis bebas terdakwa, selanjutnya mempersiapkan memori kasasi,” ungkap Munawal.

Seperti diberitakan media ini beberapa waktu lalu, seorang pria tua bangka (Tubang) di Kecamatan Peudada, diduga berulangkali mencabuli anak yatim yang masih duduk di bangku kelas V SD. Namun, aksi bejat itu akhirnya ketahuan dan sontak menghebohkan warga sekampung.
Menurut informasi, tindakan asusila ini sudah tiga kali dilakukan pelaku berinisial MU (60). Sementara korban, sebut saja Melati (14) yang memiliki riwayat keterbelakangan mental, tak mampu berkutik saat dipaksa melayani nafsu syaitan tua bangka itu.

Berdasarkan keterangan keluarga korban sesuai pengakuan Melati, awal gadis cilik ini dicabuli saat berada di kebun sawit. Kala itu, pelaku mengancam jika tak mau mengikuti kemauannya, maka Melati harus pulang jalan kaki dan tak akan diboncengi. Lantas, secara perlahan dia melepas semua pakaian anak yatim tersebut, lalu dengan leluasa melakukan hubungan layaknya suami istri.

Usai melampias birahi iblis, pelaku memberi uang Rp 20 ribu seraya meminta korban agar merahasiakan kejadian itu. Selanjutnya, MU kembali mencabuli Melati pada hari kedua bulan puasa, sekitar pukul 20.00 WIB ketika warga sedang shalat Tarawih, saat rumah pelaku dalam kondisi sepi. Kemudian, korban juga diberikan uang Rp 20 ribu.

Paman korban yang minta tidak ditulis nama menuturkan, petualangan syahwat bejat pelaku akhirnya terbongkar, Selasa 16 April lalu, saat hendak mengulangi adegan mesum tersebut. Ketika itu, MU sudah melepas celana namun tiba-tiba adik korban datang dan melihat tindakan asusila ini, langsung berteriak lalu memberitahu kepada kakak mereka.

“Selasa lalu sekitar pukul 14.00 wib, pelaku hendak mengulang lagi, tapi ketahuan sama adik korban dan langsung heboh,” ungkap paman korban.

Kemudian jelasnya, ketua pemuda datang dan menanyai korban, sehingga kisah aksi maksiat tersebut terbongkar berdasarkan pengakuan Melati. Keluarga korban merasa keberatan, lalu peristiwa itu dilapor ke Polsek Peudada, pada Selasa malam.

Personil polisi yang sedang bertugas, lantas mengantar korban dan keluarganya, melapor ke SPKT Polres Bireuen, selain melakukan visum ke rumah sakit dr Fauziah Bireuen.

“Kami ini orang miskin dan berharap bisa mendapat keadilan, semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Sementara sumber terpercaya di Mapolres Bireuen, saat dihubungi awak media ini mengaku sudah menerima informasi itu dan membenarkan telah dilapor ke SPKT, tinggal menunggu hasil visum untuk selanjutnya ditangani secara intens sesuai prosedur yang berlaku. (Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen
Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada
Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah
Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi
Si Weuk, Pembunuh Berdarah Dingin Diseret Ke Meja Hijau
Hakim “Kembalikan” Harta Ratu Narkoba
Warga Tanjong Beuridi Ditemukan Terbunuh

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 17:06 WIB

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 20:00 WIB

Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah

Rabu, 15 April 2026 - 19:43 WIB

Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:50 WIB

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Plt Kepala SMAN 1 Bireuen, Zulfikri, SAg.,MM.

PENDIDIKAN

SMAN 1 Bireuen Rangking Satu Top 10 Lulus SNBT Se-Aceh

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:07 WIB

Daging kurban dibagikan kepada warga di kampus UNIKI Bireuen, Kamis (28/5) pagi.

NANGGROE

UNIKI Sembelih 8 Hewan Qurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:56 WIB

Ketua K2M MI Bireuen, Mudassir, SAg MAg.

NANGGROE

24 MIN di Bireuen Sembelih 70 Hewan Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:32 WIB