BIREUEN|METRO ACEH – Penyelesaian pembangunan sejumlah ruangan di SMK Kesehatan Muhammadiyah di tepi jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang dari program revitalisasi senilai Rp 2.4 milyar lebih terus berjalan dan telah mencapai 80 persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala SMK Kesehatan Muhammadiyah, Usman, SPd ditanyai Metro Aceh terkait realisasi program revitalisasi sekolah dipimpinnya, Sabtu (5/9) pagi.
Dijelaskan mengawali proses revitalisasi sekolah kami, pada tahap awalnya dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed beberapa bulan lalu.
Kondisi kesiapannya saat ini
berdasarkan hitungan konsultan progres sudah 80 persen dan ada bangunan sedang proses finishing. “Gedung sekolah dan halaman awalnya lebih rendah dari jalan raya sudah ditinggikan 50 cm dan halaman dipasang paving blok,” sebutnya.
Disampaikan bahwa gedung yang direhab yaitu satu kantor kepala sekolah sekaligus juga administrasi, satu perpustakaan dan lima ruangan kelas. Jumlah siswa kami 156 orang, guru 22 orang.
Lebih lanjut dikatakan, dalam masa perbaikan aktivitas belajar tetap berjalan memakai satu ruangan laboratorium keperawatan, laboratorium komputer dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Saat ini SMK Kesehatan Muhammadiyah memiliki dua ruangan belajar kelas satu, kelas dua juga dua ruangan dan kelas tiga ada satu ruangan, dan ruangan pendukung lainnya.
Terkait kebutuhan dan rencana pengembangan sekolah ke depan yaitu membutuhkan fasilitas klinik internal sebagai tempat praktik langsung bagi siswa jurusan keperawatan.
Manfaatnya untuk mendukung proses pembelajaran praktik siswa tidak perlu selalu pergi ke luar seperti ke Puskesmas. Menjadi tempat penerapannya ilmu keperawatan secara langsung melalui sistem piket harian siswa. Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar yang ingin berobat.
Rencana lokasi untuk klinik sudah ada yaitu memanfaatkan lahan panti asuhan yang akan direhab atau dibangun ulang karena kondisi panti asuhan saat ini sudah rendah dan tidak dapat digunakan lagi.
Panti asuhan dibelakang SMK rencananya akan dipindahkan ke area Masjid Taqwa. “Guna mendukung pembelajaran, sekolah kami butuh gedung klinik dan fasilitas pendukung pelayanannya,” ungkap Usman. (Rahmat Hidayat)






