BIREUEN|METRO ACEH – Sebagai seremonial pelepasan kembalinya mahasiswa Nagoya Gakuin University (NGU) Jepang, Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menggelar program Summer Course 2026, di Aula MA Jangka, Kamis (3/9).
Rektor Umuslim Peusangan, Dr Marwan, M.Pd saat menutup kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada NGU Jepang telah konsisten memercayakan program pertukaran ini kepada Umuslim. Perbedaan budaya, ras, dan suku merupakan keberagaman harus disatukan melalui kolaborasi.
“Kami berharap tahun-tahun berikutnya mahasiswa NGU bisa kembali ke sini. Bawa pulang pengalaman selama di Umuslim, dan Aceh umumnya. Jadikan cerita tentang Aceh sebagai bagian kisah belajar anda sesampainya di Jepang. Umuslim dan NGU telah membuktikan bahwa perbedaan budaya bisa kita satukan,” ujar Marwan.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Umuslim) Risky Novialdy, S.IP.,M.Hi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Poin terpenting dari program ini bukan sekadar proses belajar di kelas, melainkan hubungan persahabatan interkultural yang terbangun.
“Yang paling berharga adalah pertemuan, persahabatan, tawa, dan kenangan kita ciptakan bersama. Meskipun berasal dari latar belakang berbeda, program ini berhasil menyatukan kita menjadi satu keluarga,” ungkapnya
Selain seremonial penutupan, acara juga dikemas dalam program Multicultural Festival dengan pameran dan pentas seni, di halaman Aula MA Jangka.
Acara Multicultural Festival selain menghadirkan stan pameran dari delapan fakultas di lingkungan Umuslim, stan dari mahasiswa NGU Jepang serta sejumlah stand UMKM dengan menampilkan sejumlah produk dan karya kreatif mahasiswa.
Dimeriahkan panggung ekspresi menampilkan pertunjukan seni dari Sanggar Mirah Delima Umuslim dan seni mahasiswa Jepang.
Penutupan Summer Course 2026 dan Multicultural Festival mahasiswa Jepang di Umuslim, menandakan berakhirnya seluruh agenda akademik dan kebudayaan mahasiswa NGU Jepang di Umuslim tahun ini.






