BANDUNG|METRO ACEH – Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi memperkuat kolaborasi akademik.
Hal itu dilaksanakan melalui penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KKS) yang juga sekaligus diimplementasikan dalam kegiatan Guest Lecture di lingkungan SAPPK ITB yang berlangsung di Ruang Rapat Multitransport, lantai Labtek 9A Gedung SAPPK ITB Bandung,
Rabu (2/9).
Keterangan diperoleh Metro Aceh, kesepakatan kerja sama itu ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Umuslim, Dr Muhammad Yanis, S.T., M.T., dan Dekan SAPPK ITB, Prof Dr Eng. Puspita Dirgahayani, S.T., M.Eng.
Kerja sama ini mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan akademik, riset, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri oleh perwakilan dari Fakultas Teknik Umuslim yaitu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ir Richard Mareno, S.T., M.T, dan Kaprodi Ilmu Lingkungan, Ir. Maysa Fithri, S.ST., M.T.
Sementara dari SAPPK ITB, hadir, Ir Budi Faisal, M.A.UD, MLA, Ph.D, Nurrohman Wijaya, Ph.D, Dr GES Mohammad Zaini Dahlan, S.P, M.Si sebagai bagian dari keluarga besar ITB.
Dekan Fakultas Teknik Umuslim Dr Muhammad Yanis, MT menyampaikan bahwa SAPPK memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu, inovasi, kebijakan di bidang lingkungan binaan, wilayah, serta perencanaan pembangunan.
Kehadiran SAPPK ITB sebagai mitra strategis diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi Fakultas Teknik Umuslim, termasuk bidang arsitektur, teknik sipil, ilmu lingkungan dan bidang keilmuan terkait.
Melalui kegiatan guest lecture, collaborative studio dan laboratorium, pertukaran dan rekognisi kredit akademik mahasiswa, studi lanjut dosen program doktor berbasis riset, short course dan pelatihan, joint research dan publikasi ilmiah, hingga pendampingan desa dan pengabdian bagi masyarakat.
Kolaborasi itu diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan dan solusi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga responsif terhadap persoalan dan tantangan kompleks yang dihadapi masyarakat saat ini.
Mulai urbanisasi yang cepat, perubahan iklim, ketimpangan wilayah, hingga kebutuhan akan tata kelola perkotaan dan regional yang inklusif, yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin.
Salah satu bentuk implementasi diwujudkan melalui kegiatan akademik berupa Guest Lecture Series SAPPK ITB dengan menghadirkan dosen Fakultas Teknik Umuslim, Dr Cut Azizah, S.T., M.T., sebagai narasumber.
Dalam kegiatan berlangsung di Studio Lt. 3, Labtek IXB SAPPK ITB, Dr Cut Azizah menyampaikan materi bertajuk “Bertahan atau Pindah? Pembelajaran dari Lanskap Rawan Banjir Bandang di Aceh,” jelasnya Dr Muhammad Yanis.
Kuliah tamu itu mengangkat pengalaman dan pembelajaran dari kondisi lanskap rawan banjir bandang di Aceh karena persoalan banjir bandang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis hidrologi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perencanaan ruang, kondisi lanskap, pengelolaan lingkungan, serta kesiapsiagaan masyarakat.
Bagi Fakultas Teknik Umuslim, momentum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kemitraan strategis sebagai upaya meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi dan memperkuat daya saing lulusan serta institusi di tingkat nasional, terangnya. (Rahmat Hidayat)






