BIREUEN|METRO ACEH – Event Piala Soeratin U-17 Regional Aceh mulai bergulir di Bireuen yang dibuka Ketua PSSI Aceh ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit, menjelang dilaga perdana antara tim tuan rumah Juang FC VS PS Muda Setia Aceh Tamiang, di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Senin (13/7) sore.
Ketua Panitia Sardani, SPd dalam laporannya mengatakan jumlah peserta kompetensi Piala Soeratin U-17 tahun 2026 ada 14 tim yaitu Juang FC, PS Muda Setia Aceh Tamiang, Persada, Persip Pasee, Persas Sabang, Lhokseumawe FC dan Persilatama, PSAB Aceh Besar.
Juga tim Meulaboh Akademi, Young Warrior FC, Aceh Kutaraja FC, Persimura, Adam Depok FC, Tamiang United yang dilaksanakan dari tanggal 13 s.d 25 Juli 2026 dengan sistem setengah kompetisi dibagi 4 yaitu pol A 3 tim, pol B 4 tim, pol C 3 tim, pol D 4 tim bertanding di lapangan RTH Cot Gapu dan Galacticos, jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST diwakili Asisten III Zamzami, SPd.,MM dalam sambutan mengharapkan, kepada peserta kalian adalah masa depan sepak bola kita, tunjukkanlah kemampuan terbaik kalian.
Tampilkan permainan yang indah, kerja sama tim yang solid, dan paling utama junjung tinggi sportivitas dan fair play. Kemenangan memang menjadi tujuan. Namun kehormatan dan persaudaraan di atas lapangan jauh lebih berharga.
“Kepada wasit dan perangkat pertandingan, saya menitipkan pesan agar memimpin jalannya setiap laga secara adil, objektif, dan tegas, demi menjaga mutu dan marwah kompetisi ini,” ujar Bupati.
Ketua Askab PSSI Bireuen, Saifuddin Muhammad atau Ayah Fud juga mengharapkan hal demikian, ini kedua kali Bireuen dipercaya menjadi tuan rumah pertama saat Pra Pora dan hari ini piala Soeratin U-17, kami harap event ini aman dan lancar sampai selesai.
“Kepada adik-adik kalian adalah masa depan sepak bola Aceh, jadi mulai hari ini tampilkan pola permainan telah didapatkan dari pelatih. Ini kesempatan dan juga peluang untuk menjadi pemain tingkat nasional ke depan,” ujar Ayah Fud juga Wakil Ketua DPR Aceh.
Butuh Standion Gelar Liga
Sementara itu, Ketua PSSI Aceh Nasir Adam mengharapkan di Bireuen dapat memiliki stadion berskala nasional karena saat ini banyak pemain sepak bola dari Bireuen menjadi pemain di berbagai klub di Aceh.
Lapangan yang ada ini masih bisa kita berikan untuk piala Soeratin U-17, U-10, festival gres road, tetapi untuk Liga belum bisa dilaksanakan di Bireuen, sementara pemain liga baik liga empat, liga tiga dan liga dua ini kebanyakan pemain Bireuen.
“Ini sebenernya sangat aneh, pemain banyak lahir dari Bireuen, sementara lapangan tidak ada. Ini perlu kita evaluasi dan saya sangat berharap ke depan Bireuen bisa jadi tuan rumah liga empat. Ada satu stadion standar di Bireuen bisa dilaksanakan liga empat bahkan bisa liga tiga dan liga dua,” tutur Ketua PSSI juga putra Bireuen.
“Saya harap ke depan ada satu stadion yang representatif dan informasi stadion Paya Kareung sudah ada DED, kami dari PSSI Aceh secara organisasi akan mensuport stadion di Bireuen bisa terwujud dalam periode Bupati Ir H Mukhlis, ST,” tuturnya
Juang FC Menang 3-0
Sementara itu dalam laga perdana piala Soeratin U-17 dipimpin wasit Radiansyah dari Aceh Jaya, tim tuan rumah Juang FC menang 3-0 atas tim PS Muda Setia Aceh Tamiang.
Umpan matang berbuah gol memecahkan angka kaca mata 1-0 diciptakan pemain nomor punggung 19 Muhammad Dita Rasya baru beberapa menit pertandingan dimulai dan skor tidak berubah sampai babak pertama berakhir.
Di babak kedua, pemain nomor 9 Juang FC sukses merubah kedudukan 2-0. Anak-anak PS Muda Setia Aceh Tamiang tidak tinggal diam selain bermain bertahan mereka juga menekan pertahanan juang FC, tapi masih
belum mampu mencetak gol.
Pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk meningkatkan pertahanan, dan peluang untuk memperkecil kekalahan juga diperoleh tim Aceh Tamiang tetapi belum bisa mengetarkan gawang Juang FC dikawal Yasirul Afkar.
Selanjutnya dalam waktu 3 menit penambahan waktu, anak Juang FC asuhan Mulya Saputra yaitu nomor punggung 5 Azizul Zikri mengunci kemenangan 3-0 hingga babak kedua selesai.
Gol spektakuler itu melayang keras dan meluncur cepat dan tepat ke dalam gawang PS Muda Setia Aceh Tamiang yang dijaga Rizky Aulia. Tendang bersih itu melesat dalam jarak sekitar 20 meter lebih jauh dari luar kotak penalti. (Rahmat Hidayat)






