oleh

Meriahkan Adhyaksa Expo, Kejari Bireuen Hadirkan Digitalisasi Kejaksaan

BANDA ACEH|METRO ACEH-Kejari Bireuen yang berpartisipasi pada Adhyaksa Aceh Expo 2022, menampilkan ragam produk di arena pameran yang cukup menarik minat ribuan pengunjung. Dalam kegiatan yang digelar di Balee Meuse raya Kota Banda Aceh sejak 8-11 Desember itu, di stand Kejari Bireuen warga juga disuguhkan sistem digitalisasi kejaksaan.

Informasi yang diperoleh Rakyat Aceh menyebutkan, melalui digitalisasi kejaksaan yang diinisiasi oleh Kejari Bireuen ini, setiap masyarakat hanya melakukan scan barcode dari smartphone, maka langsung mendapat akses berbagai informasi tentang Kejaksaan Negeri Bireuen.

Kajari Bireuen, Mohammad Farid Rumdhana SH MH dan Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofian foto bersama di arena Adhyaksa Aceh Expo 2022 di Banda Aceh.

Adhyaksa Expo 2022 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh bersama Pj Gubernur Aceh, Kamis lalu. Mendapat antusias warga yang berbondong-bondong memadati lokasi sejak beberapa hari terakhir.

Kegiatan tersebut, juga dimeriahkan dengan lomba foto instagram bagi para pengunjung stand Kejari Bireuen, yang diposting melalui akun IG masing-masing dan menggunakan hastag #kejaribireuen serta #adhayksaacehexpo2022.

Selain itu, Kejari Bireuen juga menghadirkan bermacam produk UMKM binaan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), yang ditampilkan secara terbuka (oudoor) pada booth khusus di luar gedung Balee Meuse raya Aceh (BMA). Diantaranya nagasari, keripik, plik u dan berbagai hasil produk UMKM dari Bireuen, serta memperkenalkan Sate Apaleg dan Truck Coffe hasil kerjasama dengan Polres Bireuen.

Kajari Bireuen, Mohammad Farid Rumdhana SH MH melalui Kasi Intelijen, Muliana SH kepada media ini menuturkan, Adhyaksa Aceh Expo merupakan bagian dari peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.

“Adhyaksa Aceh Expo 2022 ini bertujuan memberikan edukasi, publikasi dan kolaborasi kepada masyarakat, pemangku kepentingan, serta aparat penegak hukum. Sehingga, terciptanya kesadaran hukum dalam memberi pelayanan publik,” jelas Muliana. (Bahrul)

Komentar