BIREUEN|METRO ACEH-Kendati hujan deras mengguyur lokasi pencarian bocah terjatuh ke sungai di Gampong Salah Sirong, namun tak menyurutkan rasa kepedulian Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra SH turun ke kawasan pendalaman itu, untuk membantu pencarian korban.
Edi Saputra lebih akrab disapa Edi Obama ini, menerima instruksi Bupati Bireuen yang lagi berada di Kota Banda Aceh, agar merespon insiden kemanusiaan itu dan diminta ikut membantu upaya warga mencari korban.
Bocah malang yang dilaporkan terjatuh dari dekapan ibunya, saat menyeberangi sungai dari Salah Sirong menuju Dusun Bivak yakni Muhammad Fadhil (3), putera dari Rudi dan Faridah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena Bupati sedang berada di Banda Aceh saya diminta untuk ke lokasi, untuk memberi dukungan kepada masyarakat yang berjuang mencari keberadaan korban,” ungkap Edi Obama saat ditemui media ini di tepian sungai Gampong Salah Sirong, sekitar pukul 02.30 WIB.
Ditemani Muchlis Rama yang merupakan mantan anggota DPRK Dapil Juli-Jeumpa, Edi Obama mengaku sangat shock ketika mendengar peristiwa tragis itu. Sehingga, sosok pengusaha muda ini terlihat berbaur bersama warga, menelusuri tepian sungai yang arusnya sangat deras, sembari menanti tim SAR tiba di lokasi.
Dirinya turut menyampaikan pesan Bupati yang mengapresiasi sikap kompak warga, serta bersama-sama ikut berjuang, mencari korban meski kondisi cuaca sangat ekstrim. Meski suasana mencekam dan masyarakat dihantui rasa panik, tapi tak menyurutkan langkah mereka untuk berusaha ditengah gelap malam dan guyuran hujan deras,
Kedatangan Ketua PMI ini, sekaligus menjadi bukti sinergi pemerintah bersama organisasi kemanusiaan, serta masyarakat dalam menyikapi tragedi memilukan itu. Tujuannya, agar segera berhasil menemukan korban.
“Kami terus berupaya dan berdo’a, semoga ananda Muhammad Fadhil ini, ditemukan secepatnya,” ujar Edi Obama yang terlihat basah kuyup.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama tim SAR terus melakukan penyisiran secara intens di sepanjang sungai, meskipun arus sangat deras dan jarak pandang terbatas, tapi semua bertekad dapat secepatnya bisa menemukan korban. (Ed)






