BIREUEN|METRO ACEH – 126 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana hidrometeorologi di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, tersenyum ceria, mereka mendapat bantuan alat kebersihan dan peralatan dapur dari donatur, dihalaman Masjid Baitul Abrar, Kamis (26/3) pagi.
Bantuan terdiri dari 17 item tersebut diberikan oleh Join Together Society (JTS) Korea bekerjasama dengan relawan Forum Dakwah Perbatasan yang dihadiri langsung Direktur JTS Korea, Gena Park dan tim.
Program Manager Forum Dakwah Perbatasan, T Azhar Ibrahim (55) yang dikonfirmasi Metro Aceh dilokasi menjelaskan pembagian bantuan ini untuk tahap kedua sebelumnya di Pidie Jaya dan Aceh Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ini ada 10 gampong/desa yang diberikan bantuan di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Untuk Bireuen di Gampong Teupin Raya, Gampong Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Buket Panyang, Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
Sedangkan di Kabupaten Pidie Jaya bantuan diberikan untuk Gampong Blang Cut, Pante Brene, Meunasah Mancang, Dayah Husen dan Gampong Meunasah Lueng, rincinya.
Barang bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan dari korban banjir yaitu kereta sorong, baskom, wajan, dandang nasi, piring, gelas, mangkuk sop, sendok makan, sendok nasi, centang sayur, sutil/spatula, kompor, sarung tangan, sepatu both, alat sorong air, sekop, cangkul, urainya.
“Kita dari Forum Dakwah Perbatasan, membantu untuk mendistribusikan semua bantuan yang dibeli oleh JTS, kami ini sebagai volunteer atau sukarelawan dan berupaya keras untuk dapat membantu mereka distribusikan bantuan bagi korban banjir ini, kami harap JTS bisa membantu korban banjir dalam hal lainnya,” ungkapnya.
Keuchik Teupin Raya, Syahrul Fuadi Skom, didampingi Sekdes Saifuddin mengucapkan terima kasih kepada JTS dan Forum Dakwah Perbatasan yang telah membantu alat kebersihan dan peralatan dapur dibutuhkan oleh masyarakat korban banjir di desanya.
Bantuan ini diberikan bagi seluruh masyarakat 156 KK dan semua rumah dapat bantuan. 90 persen rumah warga terdampak banjir, jumlah rumah yang hilang enam unit dan ditambah dengan rumah yang rusak berat total 18 unit.
Saat peristiwa banjir bandang terjadi
Rabu 26 November 2026 lalu, ada beberapa rumah warga dilokasi lebih tinggi tidak terendam banjir tetapi dijadikan lokasi bagi masyarakat untuk mengungsi waktu itu, ungkapnya.
Dikatakan juga bawah bantuan dari JTS Korea Selatan ini untuk yang pertama, sedangkan sebelumnya juga masyarakat telah menerima bantuan dari Turki dan Jepang, sebut Keuchik dilokasi. (Rahmat Hidayat).






