BIREUEN|METRO ACEH – Guna melancarkan suplai air irigasi dari bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli untuk mengairi sawah tiga kecamatan terlebih dahulu. Kerusakan saluran irigasi ekses banjir segera ditangani, juga termasuk sendimen lumpur.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Mulyadi, SE.,MM kepada wartawan, Senin (6/7) pagi terkait hal itu mengatakan, penanganan darurat darurat itu ditangani Dinas Sumber Daya Air Provinsi Aceh.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, mereka sudah turunkan tim ke lapangan guna melihat kondisi saluran irigasi Pante Lhong dan akan dilakukan penanganan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahap pertama penanganan akan dilakukan di saluran irigasi di wilayah Kecamatan Juli, Jeumpa dan Kota Juang, sesuai harapan dari petani, dengan adanya penanganan tersebut diharapkan suplai air berjalan lancar ke persawahan, harap Kadistanbun.
Seperti diberitakan sebelumnya, penanganan darurat kerusakan tanggul selatan bendung irigasi PP yang hancur diterjang banjir, Rabu 26 November 2026, telah selesai dilakukan. Namun suplai air belum bisa dialirkan karena banyak saluran yang rusak.
Hal itu dikatakan PPK Kegiatan OP Irigasi PP, Dinas Sumber Daya Air (SDA) 3, Provinsi Aceh, Suherman kepada wartawan, Kamis (2/7) pagi.
Dia menjelaskan bahwa untuk penanganan darurat tanggul bendung yang hancur diterjang banjir di sebelah selatan sudah selesai dan aliran air sungai sudah masuk ke bendung mercu (air limpas-red) tetapi belum masuk ke jaringan irigasi.
Menurutnya suplai air sungai atau Krueng Peusangan belum bisa masuk ke saluran irigasi karena masih banyak saluran rusak di dipenuhi sendimen lumpur sehingga dikhawatirkan air yang sedikit tidak sampai sesuai harapan masyarakat.
“Estimasi saat ini usai dilakukan perbaikan darurat diperkirakan air irigasi hanya bisa mengairi 2.000 hektare sawah di wilayah Kecamatan Juli, Jeumpa dan Peusangan,” ungkapnya. (Rahmat Hidayat)






