BIREUEN|METRO ACEH – Guna kembali mengairi ribuan hektare sawah sudah kekeringan tidak ada suplai air pasca banjir. Saat ini proses penanganan darurat kerusakan tanggul bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) telah selesai atau rampung dilaksanakan hanya saja airnya belum bisa diali ke sawah.
Hal itu dikatakan PPK Kegiatan OP Irigasi PP, Dinas Sumber Daya Air (SDA) 3, Provinsi Aceh, Suherman kepada wartawan, Kamis (2/7) pagi.
Dia menjelaskan bahwa untuk penanganan darurat tanggul bendung yang hancur diterjang banjir di sebelah selatan sudah selesai dan aliran air sungai sudah masuk ke bendung mercu (air limpas-red) tetapi belum masuk ke jaringan irigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya suplai air sungai atau Krueng Peusangan belum bisa masuk ke saluran irigasi karena masih banyak saluran yang rusak di dipenuhi sidemen sehingga dikhawatirkan air yang sedikit tidak sampai sesuai harapan masyarakat.
“Estimasi saat ini usai dilakukan perbaikan darurat diperkirakan air irigasi hanya bisa mengairi 2.000 hektare sawah di wilayah Kecamatan Juli, Jeumpa dan Peusangan,” ungkapnya.
Suherman menyampaikan juga Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST beberapa waktu lalu juga sudah
melihat perbaikan darurat dan berharap segera bendung irigasi segera berfungsi.
Apabila jaringan irigasi rusak dan banyak sendimen telah ditangani minggu depan aliran air bisa dialirkan ke sawah.
Kami terus koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Bireuen dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen terkait penanganan saluran itu, pungkasnya. (Rahmat Hidayat).






