BIREUEN|METRO ACEH-Agar proses belajar mengajar tidak terganggu, akibat dampak kebakaran SD Negeri 2 Bireuen yang telah melumat 4 ruang bangunan sekolah, Bupati H Mukhlis ST langsung bertindak menyikapi kondisi buruk ini.
Usai meninjau lokasi sekolah terbakar itu, Rabu (3/5) siang, H Mukhlis didampingi sejumlah pejabat dinas terkait, meminta agar persoalan ini segera ditangani dengan baik, agar tidak mengorbankan proses belajar mengajar para siswa, sembari menunggu perbaikan gedung terbakar tersebut.
“Kita harus segera mencari solusi terbaik, agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah ini. Untuk sementara kami telah menginstruksikan dinas teknis, agar fokus menangani dampak kebakaran,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

H Mukhlis menyampaikan komitmen, untuk segera mencari solusi memperbaiki segala kerusakan akibat kebakaran. Diharapkannya, dalam waktu dekat semua permasalahan yang terjadi, dapat segera teratasi sehingga menjelang tahun ajaran baru nantinya, bisa kembali normal.
Saat ditanyai awak media ini, H Mukhlis mengaku pihaknya sudah memiliki beberapa opsi, untuk pemulihan situasi sementara. Termasuk, merelokasi para siswa ke mesjid ataupun SKB Bireuen, serta mengatur jadwal shift siang. Namun, nanti akan ditentukan opsi terbaik yang memudahkan siswa dan guru, hingga pembangunan gedung dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini.
Pada kesempatan itu, H Mukhlis juga turut mengingatkan kepada seluruh pengelola sekolah, mulai tingkat SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan MA, supaya selalu waspada dan memberi perhatian khusus terhadap instalasi listrik di sekolah agar tertata rapi, guna menghindari korsleting yang memicu insiden kebakaran.
“Setelah jam sekolah berakhir, jangan lupa matikan semua sambungan listrik, sehingga kita bisa mencegah musibah seperti ini lagi dikemudian hari,” ujarnya.
Pantauan media ini, selain beberapa pejabat dinas teknis yang ikut mendampingi, belasan guru SDN 2 Bireuen beserta perangkat desa Buket Teukuh, serta Camat Kota Juang turut menyaksikan langsung kondisi sekolah yang terbakar itu. (Bahrul)






